Sampai Kapan...


Sampai kapanpun kau hanya akan menemukan kehampaan
Ketika kau berharap menemukan sosok yang sempurna
Kau hanya akan disapa kecewa ketika kau meyakini memiliki jiwa yang tak bercelah

Akui saja, bahwa setiap insan
Tercipta dengan 2 sisi yang tak terelakan
Kelebihan dan kekurangan
Keduanya takkan bisa kau hindari
dari manusia manapun

Menikah bukan untuk menikmati kesempurnaan
Menikah bukan untuk membanggakan kelebihan pasangan
Tapi menikah sejatinya saling berbenah,
saling menghargai dan melengkapi satu dengan yang lainnya

Ketika kau mampu memahami itu
Maka kesempurnaan yang kau cari
akan kau bangun dengan sendirinya
InsyaAllah.


Sumber : @putri_prias 
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Ego ....!!


Ego manusia selalu mengatakan kalau ia serba sempurna. Tidak ada cacat. Tidak ada noda. Semua bagus. Kalau ada orang yang menilai lain, pasti si penilai yang teranggap salah.

Begitu pun yang mungkin terjadi dalam diri seorang mukmin...
Dengan penuh percaya diri, ia yakini kalau semua langkahnya sempurna. 
Tidak ada yang salah. Yang salah adalah jika ada yang menganggapnya salah.
Dalam sudut pandang Islam, manusia adalah tempat salah dan lupa.
Jadi, akan ada saja kemungkinan kalau seorang mukmin pun bisa khilaf.
Kalau seorang ulama pun bisa salah. 
Kalau seorang pemimpin pun bisa kepeleset. 
Saat itu, ia butuh teguran sebagai cermin yang bisa menyadarkan.
Rasulullah mengatakan, “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (HR. Al-Bukhari)
 Sumber : Ummu Faqihah - https://www.facebook.com/ummahat.cerdas
 
4.5
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Drs H. Hamid Noor Yasin MM. ; Wakil Rakyat dari Wonogiri

 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

NAMA: Drs H. Hamid Noor Yasin MM.
TEMPAT TANGGAL LAHIR: Pacitan Jawa Timur, 27 Mei 1969.
ALAMAT: Desa Bulusulur RT 02 RW 02 Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
PEKERJAAN: Wakil Ketua DPRD II Wonogiri. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Di DPD PKS Kabupaten Wonogiri menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik. Sebelumnya pernah dua periode menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri.
HOBBY: Olahraga dan membaca.
PENDIDIKAN: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Fisipol Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum Jombang, Magister Manajemen STIE AUB Surakarta.
RIWAYAT ORGANISASI: Pendiri dan pengurus pertama DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera, dengan jabatan Sekretaris Umum (Sekum) DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri. Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Wonogiri, Majlis Pertimbangan Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Pendiri Pondok Pesantren Penasehat Paguyuban Pedagang dan Pengasong Koran Wonogiri (P3KW), Penasehat Paguyuban Seniman Jalanan Wonogiri (PSJW). Dipercaya menajdi perwakilan di Indonesia oleh lembaga sosial seperti Qatar Charity, Word Assembly Of Muslim Youth (WAMY). Penyalur dana pembangunan untuk masjid, kafalah yatim, kafalah imam masjid, distribusi hewan qurban dan buka bersama.
NAMA ISTRI: Dra. Hj. Endang Anggrahini guru SDIT Al-Huda Wonogiri. Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri. Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah, Ketua PW Salimah Wonogiri.
NAMA ANAK-ANAK: Ayash Anshorudin Mahasiswa ITB Bandung. Aulia Afifah SMU N 3 Surakarta. Falah Fakihudin SDIT Al Huda Wonogiri. Keempat dan kelima kembar Hasan Abdurrahman dan Husein Abdurrahim TK IT Al-Huda Wonogiri.
Nama ayah kandung: H. Imam Nurhadi Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pacitan Ibu kandung Hj. Siti Khatijah pedagang pasar. Kedua orang tuanya masih sehat. Hamid Noor Yasin adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Kakeknya juga pendiri dan mengelola Pondok Pesantren.
Nama ibu mertua Hj. Sunarin pendiri dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonogiri dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, namun kemudian mengundurkan diri, kemudian kedudukannya digantikan oleh anak menantunya Anding Sukiman. Hj Sunarin (almh) pernah menjadi Ketua Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah. Sedangkan bapak mertua Soekarno HW wiraswasta sebagai CV Budi Daya Karya, pemborong pertama di Wonogiri.Ingin Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Jawa Tengah .
NAMA: Drs H. Hamid Noor Yasin MM.
TEMPAT TANGGAL LAHIR: Pacitan Jawa Timur, 27 Mei 1969.
ALAMAT: Desa Bulusulur RT 02 RW 02 Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
PEKERJAAN: Wakil Ketua DPRD II Wonogiri. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Di DPD PKS Kabupaten Wonogiri menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik. Sebelumnya pernah dua periode menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri.
HOBBY: Olahraga dan membaca.
PENDIDIKAN: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Fisipol Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum Jombang, Magister Manajemen STIE AUB Surakarta.
RIWAYAT ORGANISASI: Pendiri dan pengurus pertama DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera, dengan jabatan Sekretaris Umum (Sekum) DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri. Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Wonogiri, Majlis Pertimbangan Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Pendiri Pondok Pesantren Penasehat Paguyuban Pedagang dan Pengasong Koran Wonogiri (P3KW), Penasehat Paguyuban Seniman Jalanan Wonogiri (PSJW). Dipercaya menajdi perwakilan di Indonesia oleh lembaga sosial seperti Qatar Charity, Word Assembly Of Muslim Youth (WAMY). Penyalur dana pembangunan untuk masjid, kafalah yatim, kafalah imam masjid, distribusi hewan qurban dan buka bersama.
NAMA ISTRI: Dra. Hj. Endang Anggrahini guru SDIT Al-Huda Wonogiri. Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri. Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah, Ketua PW Salimah Wonogiri.
NAMA ANAK-ANAK: Ayash Anshorudin Mahasiswa ITB Bandung. Aulia Afifah SMU N 3 Surakarta. Falah Fakihudin SDIT Al Huda Wonogiri. Keempat dan kelima kembar Hasan Abdurrahman dan Husein Abdurrahim TK IT Al-Huda Wonogiri.
Nama ayah kandung: H. Imam Nurhadi Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pacitan Ibu kandung Hj. Siti Khatijah pedagang pasar. Kedua orang tuanya masih sehat. Hamid Noor Yasin adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Kakeknya juga pendiri dan mengelola Pondok Pesantren.
Nama ibu mertua Hj. Sunarin pendiri dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonogiri dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, namun kemudian mengundurkan diri, kemudian kedudukannya digantikan oleh anak menantunya Anding Sukiman. Hj Sunarin (almh) pernah menjadi Ketua Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah. Sedangkan bapak mertua Soekarno HW wiraswasta sebagai CV Budi Daya Karya, pemborong pertama di Wonogiri.Ingin Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Jawa Tengah .
.
Drs H. Hamid Noor Yasin MM Caleg DPR RI PKS Dapil IV Jateng
*Mengembalikan Mobil Dinas dan Menolak Dana Tali Asih Rp.40 Juta.
WONOGIRI-Pada tahun ini, Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP-PKS) dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri memberikan kepercayaan penuh kepada Hamid Noor Yasin untuk menjadi Anggota DPR RI mewakili tiga wilayah yaitu Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Tentu karena DPP dan DPD PKS menilai Hamid Noor Yasin telah berhasil mengemban amanah ketika menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri selama tiga periode. Pada periode ketiga Hamid Noor Yasin menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri.
Karena itu Hamid Noor Yasin menerima amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Kini Hamid Noor Yasin maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) PKS DPR RI nomor urut 4 Dapil Jawa Tengah 4. Apa saja penilaian DPP PKS dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri?
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, mengemuka sejumlah prestasi yang telah ditorehkan Hamid Noor Yasin. Sebagai wakil rakyat, Hamid benar benar mampu menjalankan tugas dan fungsi dewan. Membuat peaturan, membuat anggaran dan melakukan pengawasan.
Beberapa prestasi yang sangat populer dilakukan Hamid Noor Yasin adalah ketika awal dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri, 2010 lalu, dia mengembalikan mobil dinas Toyota Kijang Inova AD 10 G kepada Pemkab Wonogiri. Hamid lebih memilih menggunakan mobil pribadinya. Anggagran operasional untuk pembelian BBM, oli, dan perawatan pun dikembalkan ke kas Daerah.
Pengembalian mobil dinas ini adalah yang pertama dalam sejarah Pemkab Wonogiri sejak 271 tahun silam. Penyerahan dihadiri Bupati Wongoiri H. Danar Rahmanto, Wakil Bupati Wonogiri Yuli Handoko SE, Pejabat Muspida, Ketua DPRD Wawan Setya Nugraha SSos dan 46 anggota DPRD II Wonogiri yang hadir, beserta kepala dinas kantor dan wartawan.
Hamid mengatakan, saat ini pejabat eksekutif dan legislatif memerlukan mobdin sebagai sarana penunjang pelayanan terhadap masyarakat. Tetapi karena kondisi anggaran minim maka rencana pembelian Mobdin senilai Rp.3 Milyar waktu itu dibatalkan. Hamid menginginkan postur APBD Wonogiri harus pro rakyat.
Sebelumnya, pada periode tahun 2005-2009 Hamid Noor Yasin menjadi salah satu dari tiga anggota DPRD yang menolak mengangarkan Dana Tali Asih bagi anggota DPRD II Wonogiri, sementara 42 dari 45 anggota DPRD Wonogiri hasil Pemilu 1999 menyetujuinya.
Dalam perkembangannya, Dana Tali Asih itu bermasalah. Kejaksaan dan kepolisian pun mengintainya. Kemudian melalui paripuna DPRD Wonogiri menganulir keputusan sebelumnya. Sebanyak 42 wakil rakyat yang terlanjur menerima dana tali asih masing masing Rp.40 Juta wajib mengembaikan ke kas daerah.
Tugas utama sebagai dewan, Hamid mampu melaksanakan dengan baik. Yaitu fungsi legislasi melaksanakan perwujudan DPRD selaku pemegang kekuasaan membentuk Perda. Fungsi anggaran, membahas dan memberikan persetujuan/tidak menyutuji rancangan Perda tentang APBD yang diajukan oleh Bupati. Dan, fungsi pengawasan atas pelaksanaan Perda dan APBD.
Sementara itu, Hamid mengemukakan bawha prinsip hidupnya adalah ingin memberikan kemanfaatan sebanyak banyaknya bagi orang lain, untuk siapapun, kapanpun dan di manapun. Partai politik hanya sarana perjuangan untuk memberikan arti. Karena itu Hamid selalu menjalin hubungan silaturahim dengan siapapun. Pedagang, petani, pejabat, wakil rakyat, dan siapa saja.
“Alhamdulillah, keluarga dan saudara, istri dan anak anak mendukung sepenuhnya pencalonan kami sebagai Caleg DPR RI,” kata Hamid. Terpilihnya Hamid menjadi anggota DPRD II Wonogiri selama tiga periode (kurang lebih 15 tahun) hanya sarana untuk menjalankan visi dan misi hidupnya. Mengalir saja, seperti air.
Setiap berkunjung dengan masyarakat, Hamid selalu menyampaikan, selama ini jalinan hubungan wakil rakyat di DPR RI dengan di Derah kurang dekat. “Karena itu jika saya terpilih di DPR RI, saya tetap tinggal di rumah Wonogiri. Sehingga saya bisa lebih dekat dengan warga Karanganyar dan juga Sragen. Sepekan sekali saya akan pulang ke rumah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Biar tetap dekat dengan rakyat, seperti saat ini,” tandasnya.
Hamid mempunyai prinsip, menjadi anggota dewan berarti harus mau mengurusi rakyat sejak lahir sampai mati. Kepada istri dan anak anaknya, Hamid selalu memberikan tauladan. Mendidik anak-anak yang shaleh dan shalehah, keluarga yang harmonis sakinah mawaddah warahmah (Samara).
Sebagai pemimpin di rumah, di kantor, di partai, dan di di manapun, Hamid selalu membagikan tugas kepada semua orang yang ada di sekelilingnya, namun Hamid tetap selalu mengatur dan mengawasinya. Komunikasi tetap terjalin, bisa dilakukan dengan makan siang bersama. Pirnsip gotong royong untuk membangun Wonogiri, Karanganyar dan Sragen akan selalu dipegang teguh.
- See more at: http://www.politik.infowonogiri.com/profil-caleg-dpr-ri-drs-hamid-noor-yasin-mm-caleg-pks-dapil-jateng-4/#sthash.ceZIFd6c.dpuf
NAMA: Drs H. Hamid Noor Yasin MM.
TEMPAT TANGGAL LAHIR: Pacitan Jawa Timur, 27 Mei 1969.
ALAMAT: Desa Bulusulur RT 02 RW 02 Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
PEKERJAAN: Wakil Ketua DPRD II Wonogiri. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Di DPD PKS Kabupaten Wonogiri menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik. Sebelumnya pernah dua periode menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri.
HOBBY: Olahraga dan membaca.
PENDIDIKAN: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Fisipol Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum Jombang, Magister Manajemen STIE AUB Surakarta.
RIWAYAT ORGANISASI: Pendiri dan pengurus pertama DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera, dengan jabatan Sekretaris Umum (Sekum) DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri. Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Wonogiri, Majlis Pertimbangan Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Pendiri Pondok Pesantren Penasehat Paguyuban Pedagang dan Pengasong Koran Wonogiri (P3KW), Penasehat Paguyuban Seniman Jalanan Wonogiri (PSJW). Dipercaya menajdi perwakilan di Indonesia oleh lembaga sosial seperti Qatar Charity, Word Assembly Of Muslim Youth (WAMY). Penyalur dana pembangunan untuk masjid, kafalah yatim, kafalah imam masjid, distribusi hewan qurban dan buka bersama.
NAMA ISTRI: Dra. Hj. Endang Anggrahini guru SDIT Al-Huda Wonogiri. Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri. Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah, Ketua PW Salimah Wonogiri.
NAMA ANAK-ANAK: Ayash Anshorudin Mahasiswa ITB Bandung. Aulia Afifah SMU N 3 Surakarta. Falah Fakihudin SDIT Al Huda Wonogiri. Keempat dan kelima kembar Hasan Abdurrahman dan Husein Abdurrahim TK IT Al-Huda Wonogiri.
Nama ayah kandung: H. Imam Nurhadi Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pacitan Ibu kandung Hj. Siti Khatijah pedagang pasar. Kedua orang tuanya masih sehat. Hamid Noor Yasin adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Kakeknya juga pendiri dan mengelola Pondok Pesantren.
Nama ibu mertua Hj. Sunarin pendiri dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonogiri dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, namun kemudian mengundurkan diri, kemudian kedudukannya digantikan oleh anak menantunya Anding Sukiman. Hj Sunarin (almh) pernah menjadi Ketua Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah. Sedangkan bapak mertua Soekarno HW wiraswasta sebagai CV Budi Daya Karya, pemborong pertama di Wonogiri.Ingin Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Jawa Tengah .
.
Drs H. Hamid Noor Yasin MM Caleg DPR RI PKS Dapil IV Jateng
*Mengembalikan Mobil Dinas dan Menolak Dana Tali Asih Rp.40 Juta.
WONOGIRI-Pada tahun ini, Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP-PKS) dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri memberikan kepercayaan penuh kepada Hamid Noor Yasin untuk menjadi Anggota DPR RI mewakili tiga wilayah yaitu Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Tentu karena DPP dan DPD PKS menilai Hamid Noor Yasin telah berhasil mengemban amanah ketika menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri selama tiga periode. Pada periode ketiga Hamid Noor Yasin menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri.
Karena itu Hamid Noor Yasin menerima amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Kini Hamid Noor Yasin maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) PKS DPR RI nomor urut 4 Dapil Jawa Tengah 4. Apa saja penilaian DPP PKS dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri?
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, mengemuka sejumlah prestasi yang telah ditorehkan Hamid Noor Yasin. Sebagai wakil rakyat, Hamid benar benar mampu menjalankan tugas dan fungsi dewan. Membuat peaturan, membuat anggaran dan melakukan pengawasan.
Beberapa prestasi yang sangat populer dilakukan Hamid Noor Yasin adalah ketika awal dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri, 2010 lalu, dia mengembalikan mobil dinas Toyota Kijang Inova AD 10 G kepada Pemkab Wonogiri. Hamid lebih memilih menggunakan mobil pribadinya. Anggagran operasional untuk pembelian BBM, oli, dan perawatan pun dikembalkan ke kas Daerah.
Pengembalian mobil dinas ini adalah yang pertama dalam sejarah Pemkab Wonogiri sejak 271 tahun silam. Penyerahan dihadiri Bupati Wongoiri H. Danar Rahmanto, Wakil Bupati Wonogiri Yuli Handoko SE, Pejabat Muspida, Ketua DPRD Wawan Setya Nugraha SSos dan 46 anggota DPRD II Wonogiri yang hadir, beserta kepala dinas kantor dan wartawan.
Hamid mengatakan, saat ini pejabat eksekutif dan legislatif memerlukan mobdin sebagai sarana penunjang pelayanan terhadap masyarakat. Tetapi karena kondisi anggaran minim maka rencana pembelian Mobdin senilai Rp.3 Milyar waktu itu dibatalkan. Hamid menginginkan postur APBD Wonogiri harus pro rakyat.
Sebelumnya, pada periode tahun 2005-2009 Hamid Noor Yasin menjadi salah satu dari tiga anggota DPRD yang menolak mengangarkan Dana Tali Asih bagi anggota DPRD II Wonogiri, sementara 42 dari 45 anggota DPRD Wonogiri hasil Pemilu 1999 menyetujuinya.
Dalam perkembangannya, Dana Tali Asih itu bermasalah. Kejaksaan dan kepolisian pun mengintainya. Kemudian melalui paripuna DPRD Wonogiri menganulir keputusan sebelumnya. Sebanyak 42 wakil rakyat yang terlanjur menerima dana tali asih masing masing Rp.40 Juta wajib mengembaikan ke kas daerah.
Tugas utama sebagai dewan, Hamid mampu melaksanakan dengan baik. Yaitu fungsi legislasi melaksanakan perwujudan DPRD selaku pemegang kekuasaan membentuk Perda. Fungsi anggaran, membahas dan memberikan persetujuan/tidak menyutuji rancangan Perda tentang APBD yang diajukan oleh Bupati. Dan, fungsi pengawasan atas pelaksanaan Perda dan APBD.
Sementara itu, Hamid mengemukakan bawha prinsip hidupnya adalah ingin memberikan kemanfaatan sebanyak banyaknya bagi orang lain, untuk siapapun, kapanpun dan di manapun. Partai politik hanya sarana perjuangan untuk memberikan arti. Karena itu Hamid selalu menjalin hubungan silaturahim dengan siapapun. Pedagang, petani, pejabat, wakil rakyat, dan siapa saja.
“Alhamdulillah, keluarga dan saudara, istri dan anak anak mendukung sepenuhnya pencalonan kami sebagai Caleg DPR RI,” kata Hamid. Terpilihnya Hamid menjadi anggota DPRD II Wonogiri selama tiga periode (kurang lebih 15 tahun) hanya sarana untuk menjalankan visi dan misi hidupnya. Mengalir saja, seperti air.
Setiap berkunjung dengan masyarakat, Hamid selalu menyampaikan, selama ini jalinan hubungan wakil rakyat di DPR RI dengan di Derah kurang dekat. “Karena itu jika saya terpilih di DPR RI, saya tetap tinggal di rumah Wonogiri. Sehingga saya bisa lebih dekat dengan warga Karanganyar dan juga Sragen. Sepekan sekali saya akan pulang ke rumah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Biar tetap dekat dengan rakyat, seperti saat ini,” tandasnya.
Hamid mempunyai prinsip, menjadi anggota dewan berarti harus mau mengurusi rakyat sejak lahir sampai mati. Kepada istri dan anak anaknya, Hamid selalu memberikan tauladan. Mendidik anak-anak yang shaleh dan shalehah, keluarga yang harmonis sakinah mawaddah warahmah (Samara).
Sebagai pemimpin di rumah, di kantor, di partai, dan di di manapun, Hamid selalu membagikan tugas kepada semua orang yang ada di sekelilingnya, namun Hamid tetap selalu mengatur dan mengawasinya. Komunikasi tetap terjalin, bisa dilakukan dengan makan siang bersama. Pirnsip gotong royong untuk membangun Wonogiri, Karanganyar dan Sragen akan selalu dipegang teguh.
- See more at: http://www.politik.infowonogiri.com/profil-caleg-dpr-ri-drs-hamid-noor-yasin-mm-caleg-pks-dapil-jateng-4/#sthash.ceZIFd6c.dpuf

*Mengembalikan Mobil Dinas dan Menolak Dana Tali Asih Rp.40 Juta.

WONOGIRI-Pada tahun ini, Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP-PKS) dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri memberikan kepercayaan penuh kepada Hamid Noor Yasin untuk menjadi Anggota DPR RI mewakili tiga wilayah yaitu Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.

Tentu karena DPP dan DPD PKS menilai Hamid Noor Yasin telah berhasil mengemban amanah ketika menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri selama tiga periode. Pada periode ketiga Hamid Noor Yasin menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri.

Karena itu Hamid Noor Yasin menerima amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Kini Hamid Noor Yasin maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) PKS DPR RI nomor urut 4 Dapil Jawa Tengah 4. Apa saja penilaian DPP PKS dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri?

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, mengemuka sejumlah prestasi yang telah ditorehkan Hamid Noor Yasin. Sebagai wakil rakyat, Hamid benar benar mampu menjalankan tugas dan fungsi dewan. Membuat peaturan, membuat anggaran dan melakukan pengawasan.

Beberapa prestasi yang sangat populer dilakukan Hamid Noor Yasin adalah ketika awal dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri, 2010 lalu, dia mengembalikan mobil dinas Toyota Kijang Inova AD 10 G kepada Pemkab Wonogiri. Hamid lebih memilih menggunakan mobil pribadinya. Anggagran operasional untuk pembelian BBM, oli, dan perawatan pun dikembalkan ke kas Daerah.

Pengembalian mobil dinas ini adalah yang pertama dalam sejarah Pemkab Wonogiri sejak 271 tahun silam. Penyerahan dihadiri Bupati Wongoiri H. Danar Rahmanto, Wakil Bupati Wonogiri Yuli Handoko SE, Pejabat Muspida, Ketua DPRD Wawan Setya Nugraha SSos dan 46 anggota DPRD II Wonogiri yang hadir, beserta kepala dinas kantor dan wartawan.

Hamid mengatakan, saat ini pejabat eksekutif dan legislatif memerlukan mobdin sebagai sarana penunjang pelayanan terhadap masyarakat. Tetapi karena kondisi anggaran minim maka rencana pembelian Mobdin senilai Rp.3 Milyar waktu itu dibatalkan. Hamid menginginkan postur APBD Wonogiri harus pro rakyat.

Sebelumnya, pada periode tahun 2005-2009 Hamid Noor Yasin menjadi salah satu dari tiga anggota DPRD yang menolak mengangarkan Dana Tali Asih bagi anggota DPRD II Wonogiri, sementara 42 dari 45 anggota DPRD Wonogiri hasil Pemilu 1999 menyetujuinya.

Dalam perkembangannya, Dana Tali Asih itu bermasalah. Kejaksaan dan kepolisian pun mengintainya. Kemudian melalui paripuna DPRD Wonogiri menganulir keputusan sebelumnya. Sebanyak 42 wakil rakyat yang terlanjur menerima dana tali asih masing masing Rp.40 Juta wajib mengembaikan ke kas daerah.

Tugas utama sebagai dewan, Hamid mampu melaksanakan dengan baik. Yaitu fungsi legislasi melaksanakan perwujudan DPRD selaku pemegang kekuasaan membentuk Perda. Fungsi anggaran, membahas dan memberikan persetujuan/tidak menyutuji rancangan Perda tentang APBD yang diajukan oleh Bupati. Dan, fungsi pengawasan atas pelaksanaan Perda dan APBD.

Sementara itu, Hamid mengemukakan bawha prinsip hidupnya adalah ingin memberikan kemanfaatan sebanyak banyaknya bagi orang lain, untuk siapapun, kapanpun dan di manapun. Partai politik hanya sarana perjuangan untuk memberikan arti. Karena itu Hamid selalu menjalin hubungan silaturahim dengan siapapun. Pedagang, petani, pejabat, wakil rakyat, dan siapa saja.

“Alhamdulillah, keluarga dan saudara, istri dan anak anak mendukung sepenuhnya pencalonan kami sebagai Caleg DPR RI,” kata Hamid. Terpilihnya Hamid menjadi anggota DPRD II Wonogiri selama tiga periode (kurang lebih 15 tahun) hanya sarana untuk menjalankan visi dan misi hidupnya. Mengalir saja, seperti air.

Setiap berkunjung dengan masyarakat, Hamid selalu menyampaikan, selama ini jalinan hubungan wakil rakyat di DPR RI dengan di Derah kurang dekat. “Karena itu jika saya terpilih di DPR RI, saya tetap tinggal di rumah Wonogiri. Sehingga saya bisa lebih dekat dengan warga Karanganyar dan juga Sragen. Sepekan sekali saya akan pulang ke rumah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Biar tetap dekat dengan rakyat, seperti saat ini,” tandasnya.

Hamid mempunyai prinsip, menjadi anggota dewan berarti harus mau mengurusi rakyat sejak lahir sampai mati. Kepada istri dan anak anaknya, Hamid selalu memberikan tauladan. Mendidik anak-anak yang shaleh dan shalehah, keluarga yang harmonis sakinah mawaddah warahmah (Samara).

Sebagai pemimpin di rumah, di kantor, di partai, dan di di manapun, Hamid selalu membagikan tugas kepada semua orang yang ada di sekelilingnya, namun Hamid tetap selalu mengatur dan mengawasinya. Komunikasi tetap terjalin, bisa dilakukan dengan makan siang bersama. Pirnsip gotong royong untuk membangun Wonogiri, Karanganyar dan Sragen akan selalu dipegang teguh.

 Link :
Profil Aleg DPR RI : Drs Hamid Noor Yasin MM
Profil Caleg DPR RI : Drs Hamid Noor Yasin MM
NAMA: Drs H. Hamid Noor Yasin MM.
TEMPAT TANGGAL LAHIR: Pacitan Jawa Timur, 27 Mei 1969.
ALAMAT: Desa Bulusulur RT 02 RW 02 Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
PEKERJAAN: Wakil Ketua DPRD II Wonogiri. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Di DPD PKS Kabupaten Wonogiri menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik. Sebelumnya pernah dua periode menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri.
HOBBY: Olahraga dan membaca.
PENDIDIKAN: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Fisipol Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum Jombang, Magister Manajemen STIE AUB Surakarta.
RIWAYAT ORGANISASI: Pendiri dan pengurus pertama DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera, dengan jabatan Sekretaris Umum (Sekum) DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri. Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Wonogiri, Majlis Pertimbangan Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Pendiri Pondok Pesantren Penasehat Paguyuban Pedagang dan Pengasong Koran Wonogiri (P3KW), Penasehat Paguyuban Seniman Jalanan Wonogiri (PSJW). Dipercaya menajdi perwakilan di Indonesia oleh lembaga sosial seperti Qatar Charity, Word Assembly Of Muslim Youth (WAMY). Penyalur dana pembangunan untuk masjid, kafalah yatim, kafalah imam masjid, distribusi hewan qurban dan buka bersama.
NAMA ISTRI: Dra. Hj. Endang Anggrahini guru SDIT Al-Huda Wonogiri. Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri. Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah, Ketua PW Salimah Wonogiri.
NAMA ANAK-ANAK: Ayash Anshorudin Mahasiswa ITB Bandung. Aulia Afifah SMU N 3 Surakarta. Falah Fakihudin SDIT Al Huda Wonogiri. Keempat dan kelima kembar Hasan Abdurrahman dan Husein Abdurrahim TK IT Al-Huda Wonogiri.
Nama ayah kandung: H. Imam Nurhadi Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pacitan Ibu kandung Hj. Siti Khatijah pedagang pasar. Kedua orang tuanya masih sehat. Hamid Noor Yasin adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Kakeknya juga pendiri dan mengelola Pondok Pesantren.
Nama ibu mertua Hj. Sunarin pendiri dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonogiri dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, namun kemudian mengundurkan diri, kemudian kedudukannya digantikan oleh anak menantunya Anding Sukiman. Hj Sunarin (almh) pernah menjadi Ketua Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah. Sedangkan bapak mertua Soekarno HW wiraswasta sebagai CV Budi Daya Karya, pemborong pertama di Wonogiri.Ingin Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Jawa Tengah .
- See more at: http://www.politik.infowonogiri.com/profil-caleg-dpr-ri-drs-hamid-noor-yasin-mm-caleg-pks-dapil-jateng-4/#sthash.ceZIFd6c.dpuf
NAMA: Drs H. Hamid Noor Yasin MM.
TEMPAT TANGGAL LAHIR: Pacitan Jawa Timur, 27 Mei 1969.
ALAMAT: Desa Bulusulur RT 02 RW 02 Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
PEKERJAAN: Wakil Ketua DPRD II Wonogiri. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Di DPD PKS Kabupaten Wonogiri menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik. Sebelumnya pernah dua periode menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri.
HOBBY: Olahraga dan membaca.
PENDIDIKAN: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Fisipol Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum Jombang, Magister Manajemen STIE AUB Surakarta.
RIWAYAT ORGANISASI: Pendiri dan pengurus pertama DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera, dengan jabatan Sekretaris Umum (Sekum) DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri. Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Wonogiri, Majlis Pertimbangan Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Pendiri Pondok Pesantren Penasehat Paguyuban Pedagang dan Pengasong Koran Wonogiri (P3KW), Penasehat Paguyuban Seniman Jalanan Wonogiri (PSJW). Dipercaya menajdi perwakilan di Indonesia oleh lembaga sosial seperti Qatar Charity, Word Assembly Of Muslim Youth (WAMY). Penyalur dana pembangunan untuk masjid, kafalah yatim, kafalah imam masjid, distribusi hewan qurban dan buka bersama.
NAMA ISTRI: Dra. Hj. Endang Anggrahini guru SDIT Al-Huda Wonogiri. Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri. Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah, Ketua PW Salimah Wonogiri.
NAMA ANAK-ANAK: Ayash Anshorudin Mahasiswa ITB Bandung. Aulia Afifah SMU N 3 Surakarta. Falah Fakihudin SDIT Al Huda Wonogiri. Keempat dan kelima kembar Hasan Abdurrahman dan Husein Abdurrahim TK IT Al-Huda Wonogiri.
Nama ayah kandung: H. Imam Nurhadi Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pacitan Ibu kandung Hj. Siti Khatijah pedagang pasar. Kedua orang tuanya masih sehat. Hamid Noor Yasin adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Kakeknya juga pendiri dan mengelola Pondok Pesantren.
Nama ibu mertua Hj. Sunarin pendiri dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonogiri dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, namun kemudian mengundurkan diri, kemudian kedudukannya digantikan oleh anak menantunya Anding Sukiman. Hj Sunarin (almh) pernah menjadi Ketua Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah. Sedangkan bapak mertua Soekarno HW wiraswasta sebagai CV Budi Daya Karya, pemborong pertama di Wonogiri.Ingin Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Jawa Tengah .
.
Drs H. Hamid Noor Yasin MM Caleg DPR RI PKS Dapil IV Jateng
*Mengembalikan Mobil Dinas dan Menolak Dana Tali Asih Rp.40 Juta.
WONOGIRI-Pada tahun ini, Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP-PKS) dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri memberikan kepercayaan penuh kepada Hamid Noor Yasin untuk menjadi Anggota DPR RI mewakili tiga wilayah yaitu Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Tentu karena DPP dan DPD PKS menilai Hamid Noor Yasin telah berhasil mengemban amanah ketika menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri selama tiga periode. Pada periode ketiga Hamid Noor Yasin menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri.
Karena itu Hamid Noor Yasin menerima amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Kini Hamid Noor Yasin maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) PKS DPR RI nomor urut 4 Dapil Jawa Tengah 4. Apa saja penilaian DPP PKS dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri?
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, mengemuka sejumlah prestasi yang telah ditorehkan Hamid Noor Yasin. Sebagai wakil rakyat, Hamid benar benar mampu menjalankan tugas dan fungsi dewan. Membuat peaturan, membuat anggaran dan melakukan pengawasan.
Beberapa prestasi yang sangat populer dilakukan Hamid Noor Yasin adalah ketika awal dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri, 2010 lalu, dia mengembalikan mobil dinas Toyota Kijang Inova AD 10 G kepada Pemkab Wonogiri. Hamid lebih memilih menggunakan mobil pribadinya. Anggagran operasional untuk pembelian BBM, oli, dan perawatan pun dikembalkan ke kas Daerah.
Pengembalian mobil dinas ini adalah yang pertama dalam sejarah Pemkab Wonogiri sejak 271 tahun silam. Penyerahan dihadiri Bupati Wongoiri H. Danar Rahmanto, Wakil Bupati Wonogiri Yuli Handoko SE, Pejabat Muspida, Ketua DPRD Wawan Setya Nugraha SSos dan 46 anggota DPRD II Wonogiri yang hadir, beserta kepala dinas kantor dan wartawan.
Hamid mengatakan, saat ini pejabat eksekutif dan legislatif memerlukan mobdin sebagai sarana penunjang pelayanan terhadap masyarakat. Tetapi karena kondisi anggaran minim maka rencana pembelian Mobdin senilai Rp.3 Milyar waktu itu dibatalkan. Hamid menginginkan postur APBD Wonogiri harus pro rakyat.
Sebelumnya, pada periode tahun 2005-2009 Hamid Noor Yasin menjadi salah satu dari tiga anggota DPRD yang menolak mengangarkan Dana Tali Asih bagi anggota DPRD II Wonogiri, sementara 42 dari 45 anggota DPRD Wonogiri hasil Pemilu 1999 menyetujuinya.
Dalam perkembangannya, Dana Tali Asih itu bermasalah. Kejaksaan dan kepolisian pun mengintainya. Kemudian melalui paripuna DPRD Wonogiri menganulir keputusan sebelumnya. Sebanyak 42 wakil rakyat yang terlanjur menerima dana tali asih masing masing Rp.40 Juta wajib mengembaikan ke kas daerah.
Tugas utama sebagai dewan, Hamid mampu melaksanakan dengan baik. Yaitu fungsi legislasi melaksanakan perwujudan DPRD selaku pemegang kekuasaan membentuk Perda. Fungsi anggaran, membahas dan memberikan persetujuan/tidak menyutuji rancangan Perda tentang APBD yang diajukan oleh Bupati. Dan, fungsi pengawasan atas pelaksanaan Perda dan APBD.
Sementara itu, Hamid mengemukakan bawha prinsip hidupnya adalah ingin memberikan kemanfaatan sebanyak banyaknya bagi orang lain, untuk siapapun, kapanpun dan di manapun. Partai politik hanya sarana perjuangan untuk memberikan arti. Karena itu Hamid selalu menjalin hubungan silaturahim dengan siapapun. Pedagang, petani, pejabat, wakil rakyat, dan siapa saja.
“Alhamdulillah, keluarga dan saudara, istri dan anak anak mendukung sepenuhnya pencalonan kami sebagai Caleg DPR RI,” kata Hamid. Terpilihnya Hamid menjadi anggota DPRD II Wonogiri selama tiga periode (kurang lebih 15 tahun) hanya sarana untuk menjalankan visi dan misi hidupnya. Mengalir saja, seperti air.
Setiap berkunjung dengan masyarakat, Hamid selalu menyampaikan, selama ini jalinan hubungan wakil rakyat di DPR RI dengan di Derah kurang dekat. “Karena itu jika saya terpilih di DPR RI, saya tetap tinggal di rumah Wonogiri. Sehingga saya bisa lebih dekat dengan warga Karanganyar dan juga Sragen. Sepekan sekali saya akan pulang ke rumah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Biar tetap dekat dengan rakyat, seperti saat ini,” tandasnya.
Hamid mempunyai prinsip, menjadi anggota dewan berarti harus mau mengurusi rakyat sejak lahir sampai mati. Kepada istri dan anak anaknya, Hamid selalu memberikan tauladan. Mendidik anak-anak yang shaleh dan shalehah, keluarga yang harmonis sakinah mawaddah warahmah (Samara).
Sebagai pemimpin di rumah, di kantor, di partai, dan di di manapun, Hamid selalu membagikan tugas kepada semua orang yang ada di sekelilingnya, namun Hamid tetap selalu mengatur dan mengawasinya. Komunikasi tetap terjalin, bisa dilakukan dengan makan siang bersama. Pirnsip gotong royong untuk membangun Wonogiri, Karanganyar dan Sragen akan selalu dipegang teguh.
- See more at: http://www.politik.infowonogiri.com/profil-caleg-dpr-ri-drs-hamid-noor-yasin-mm-caleg-pks-dapil-jateng-4/#sthash.ceZIFd6c.dpuf
NAMA: Drs H. Hamid Noor Yasin MM.
TEMPAT TANGGAL LAHIR: Pacitan Jawa Timur, 27 Mei 1969.
ALAMAT: Desa Bulusulur RT 02 RW 02 Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.
PEKERJAAN: Wakil Ketua DPRD II Wonogiri. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Di DPD PKS Kabupaten Wonogiri menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik. Sebelumnya pernah dua periode menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri.
HOBBY: Olahraga dan membaca.
PENDIDIKAN: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Fisipol Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum Jombang, Magister Manajemen STIE AUB Surakarta.
RIWAYAT ORGANISASI: Pendiri dan pengurus pertama DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera, dengan jabatan Sekretaris Umum (Sekum) DPD Partai Keadilan Kabupaten Wonogiri. Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Wonogiri, Majlis Pertimbangan Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Pendiri Pondok Pesantren Penasehat Paguyuban Pedagang dan Pengasong Koran Wonogiri (P3KW), Penasehat Paguyuban Seniman Jalanan Wonogiri (PSJW). Dipercaya menajdi perwakilan di Indonesia oleh lembaga sosial seperti Qatar Charity, Word Assembly Of Muslim Youth (WAMY). Penyalur dana pembangunan untuk masjid, kafalah yatim, kafalah imam masjid, distribusi hewan qurban dan buka bersama.
NAMA ISTRI: Dra. Hj. Endang Anggrahini guru SDIT Al-Huda Wonogiri. Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri. Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah, Ketua PW Salimah Wonogiri.
NAMA ANAK-ANAK: Ayash Anshorudin Mahasiswa ITB Bandung. Aulia Afifah SMU N 3 Surakarta. Falah Fakihudin SDIT Al Huda Wonogiri. Keempat dan kelima kembar Hasan Abdurrahman dan Husein Abdurrahim TK IT Al-Huda Wonogiri.
Nama ayah kandung: H. Imam Nurhadi Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pacitan Ibu kandung Hj. Siti Khatijah pedagang pasar. Kedua orang tuanya masih sehat. Hamid Noor Yasin adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Kakeknya juga pendiri dan mengelola Pondok Pesantren.
Nama ibu mertua Hj. Sunarin pendiri dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonogiri dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, namun kemudian mengundurkan diri, kemudian kedudukannya digantikan oleh anak menantunya Anding Sukiman. Hj Sunarin (almh) pernah menjadi Ketua Pengurus Wanita Islam Jawa Tengah. Sedangkan bapak mertua Soekarno HW wiraswasta sebagai CV Budi Daya Karya, pemborong pertama di Wonogiri.Ingin Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat Jawa Tengah .
.
Drs H. Hamid Noor Yasin MM Caleg DPR RI PKS Dapil IV Jateng
*Mengembalikan Mobil Dinas dan Menolak Dana Tali Asih Rp.40 Juta.
WONOGIRI-Pada tahun ini, Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP-PKS) dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri memberikan kepercayaan penuh kepada Hamid Noor Yasin untuk menjadi Anggota DPR RI mewakili tiga wilayah yaitu Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Tentu karena DPP dan DPD PKS menilai Hamid Noor Yasin telah berhasil mengemban amanah ketika menjadi anggota DPRD II Kabupaten Wonogiri selama tiga periode. Pada periode ketiga Hamid Noor Yasin menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri.
Karena itu Hamid Noor Yasin menerima amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Kini Hamid Noor Yasin maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) PKS DPR RI nomor urut 4 Dapil Jawa Tengah 4. Apa saja penilaian DPP PKS dan DPD PKS Kabupaten Wonogiri?
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, mengemuka sejumlah prestasi yang telah ditorehkan Hamid Noor Yasin. Sebagai wakil rakyat, Hamid benar benar mampu menjalankan tugas dan fungsi dewan. Membuat peaturan, membuat anggaran dan melakukan pengawasan.
Beberapa prestasi yang sangat populer dilakukan Hamid Noor Yasin adalah ketika awal dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD II Wonogiri, 2010 lalu, dia mengembalikan mobil dinas Toyota Kijang Inova AD 10 G kepada Pemkab Wonogiri. Hamid lebih memilih menggunakan mobil pribadinya. Anggagran operasional untuk pembelian BBM, oli, dan perawatan pun dikembalkan ke kas Daerah.
Pengembalian mobil dinas ini adalah yang pertama dalam sejarah Pemkab Wonogiri sejak 271 tahun silam. Penyerahan dihadiri Bupati Wongoiri H. Danar Rahmanto, Wakil Bupati Wonogiri Yuli Handoko SE, Pejabat Muspida, Ketua DPRD Wawan Setya Nugraha SSos dan 46 anggota DPRD II Wonogiri yang hadir, beserta kepala dinas kantor dan wartawan.
Hamid mengatakan, saat ini pejabat eksekutif dan legislatif memerlukan mobdin sebagai sarana penunjang pelayanan terhadap masyarakat. Tetapi karena kondisi anggaran minim maka rencana pembelian Mobdin senilai Rp.3 Milyar waktu itu dibatalkan. Hamid menginginkan postur APBD Wonogiri harus pro rakyat.
Sebelumnya, pada periode tahun 2005-2009 Hamid Noor Yasin menjadi salah satu dari tiga anggota DPRD yang menolak mengangarkan Dana Tali Asih bagi anggota DPRD II Wonogiri, sementara 42 dari 45 anggota DPRD Wonogiri hasil Pemilu 1999 menyetujuinya.
Dalam perkembangannya, Dana Tali Asih itu bermasalah. Kejaksaan dan kepolisian pun mengintainya. Kemudian melalui paripuna DPRD Wonogiri menganulir keputusan sebelumnya. Sebanyak 42 wakil rakyat yang terlanjur menerima dana tali asih masing masing Rp.40 Juta wajib mengembaikan ke kas daerah.
Tugas utama sebagai dewan, Hamid mampu melaksanakan dengan baik. Yaitu fungsi legislasi melaksanakan perwujudan DPRD selaku pemegang kekuasaan membentuk Perda. Fungsi anggaran, membahas dan memberikan persetujuan/tidak menyutuji rancangan Perda tentang APBD yang diajukan oleh Bupati. Dan, fungsi pengawasan atas pelaksanaan Perda dan APBD.
Sementara itu, Hamid mengemukakan bawha prinsip hidupnya adalah ingin memberikan kemanfaatan sebanyak banyaknya bagi orang lain, untuk siapapun, kapanpun dan di manapun. Partai politik hanya sarana perjuangan untuk memberikan arti. Karena itu Hamid selalu menjalin hubungan silaturahim dengan siapapun. Pedagang, petani, pejabat, wakil rakyat, dan siapa saja.
“Alhamdulillah, keluarga dan saudara, istri dan anak anak mendukung sepenuhnya pencalonan kami sebagai Caleg DPR RI,” kata Hamid. Terpilihnya Hamid menjadi anggota DPRD II Wonogiri selama tiga periode (kurang lebih 15 tahun) hanya sarana untuk menjalankan visi dan misi hidupnya. Mengalir saja, seperti air.
Setiap berkunjung dengan masyarakat, Hamid selalu menyampaikan, selama ini jalinan hubungan wakil rakyat di DPR RI dengan di Derah kurang dekat. “Karena itu jika saya terpilih di DPR RI, saya tetap tinggal di rumah Wonogiri. Sehingga saya bisa lebih dekat dengan warga Karanganyar dan juga Sragen. Sepekan sekali saya akan pulang ke rumah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Biar tetap dekat dengan rakyat, seperti saat ini,” tandasnya.
Hamid mempunyai prinsip, menjadi anggota dewan berarti harus mau mengurusi rakyat sejak lahir sampai mati. Kepada istri dan anak anaknya, Hamid selalu memberikan tauladan. Mendidik anak-anak yang shaleh dan shalehah, keluarga yang harmonis sakinah mawaddah warahmah (Samara).
Sebagai pemimpin di rumah, di kantor, di partai, dan di di manapun, Hamid selalu membagikan tugas kepada semua orang yang ada di sekelilingnya, namun Hamid tetap selalu mengatur dan mengawasinya. Komunikasi tetap terjalin, bisa dilakukan dengan makan siang bersama. Pirnsip gotong royong untuk membangun Wonogiri, Karanganyar dan Sragen akan selalu dipegang teguh.
- See more at: http://www.politik.infowonogiri.com/profil-caleg-dpr-ri-drs-hamid-noor-yasin-mm-caleg-pks-dapil-jateng-4/#sthash.ceZIFd6c.dpuf

Kemenangan Semakin Dekat..


Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.( At-Taubah : 32)

Ternyata pertolongan Allah kian dekat. Sambil hati kecil berkata : suatu hari islam kan kembali menuju era kegemilangan, kedaulatan dapat ditegakkan keadilan, kesejahteraan dapat dinikmati. Allahu Akbar!!!

Ayyuhal Kafirun….
Kalian telah memfitnah kami , bahwa Islam sangatlah keras, kejam, menzalimi.
Engkau Sangatlah salah besar. Kita tidak akan memusuhi kalian jikalau kalian tidak memusuhi kami, kalian takkan dizalimi jikalau kalian tak menzalimi kami, kalian takkan diperangi jikalau kalian tak memerangi kami…
Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. ( Ar-R'ad : 42 )

Berikan kesempatan kami, LIHATLAH…Rasakanlah Kenikmatan, keindahan Islam.
Keindahan, keadilan, kesejahteraan dapat kalian rassakan…Yakinilah…Pastilah…
 Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku. Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, ( Ibrahim : 14-15 )

Ya Allah berikanlah kepada kami kesempatan merasakan manisnya syariahmu..
Ya Allah berikanlah kepada kami kesempatan merasakan manisnya suasana islami..
Ya Allah berikanlah kepada kami kesempatan untuk menjadi pemimpin peradaban dunia.
Ya Allah jauhkanlah kami dari fitnahnya dunia, kenikmatan yang menipu….

Kumandang takbir begitu bergelora seakan-akan kemenangan itu sudah tampak nyata didepan mata. Yang mungkin waktu-waktu lalu hanyalah sebuah impian. Namun pada saat ini hal itu telah terwujud. Subhanallah. Semua orang berbondong-bondong, berdesak-desakkan memadati stadion Gelora Bung Karno #GBK untuk menghadiri Kampanye Akbar PKS 2014. Ternyata pertolongan Allah kian dekat.

 Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat.

 Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. ( Ali Imran : 139 ) 

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).( Al-Fath : 1-3 )

Laa hawla walakuwwata illa billah. 


 
 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Hanya Kepada Alloh Kita Berharap…


Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) divonis 16 tahun penjara. Ada yang menanggapi hal itu dengan ‘girang’ dan ada yang merasa sedih dan miris. Termasuk kelompok yang manapun Anda, ada sepenggal kejadian yang sangat mengharukan sesaat sebelum dan sesudah LHI divonis. Penggalan kisah ini diambil dari status FB Euro Abu Ali dengan sedikit perubahan, sebagai berikut:


Alhamdulillah semalam kami berkesempatan bersilaturahmi dengan beliau dan banyak ikhwah di pengadilan tipikor hingga persidangan berakhir. Sebelum masuk ruang sidang masih di ruang tunggu beliau sempat berbagi cerita dan memberikan kesempatan kepada banyak ikhwah yang hadir untuk melepas kangen dan foto bersama dengan beliau.

“ Ustadz, bagaimana sudah siap dengan segala keputusan Majelis hakim?” Tanya banyak wartawan.

Beliau jawab, “Sekarang Anda saksikan saya ada di sini berarti saya siap dengan segala putusan majelis hakim.”

Setelah itu beliau menerima kotak kecil berwarna coklat dari Dr. Taufik R Wijaya (Ketua Bid. Biro Hubungan Luar Negeri). Beliau bertanya sambil berkaca-kaca matanya, “Antum tahu ini dari siapa?”

Kami semua di ruang tunggu terdiam, tiba-tiba beliau memecah kebekuan dengan kata-kata, sambil menunjukkan kotak kecil itu, ini yg membuat ana terharu… (semua terdiam)…, “Alhamdulillah investasi ana untuk Palestina sudah berjalan dan Ini dari Khalid Misy’al.”

Sontak air mata tumpah ruah dalam ruang tunggu. Beliau lanjut bercerita bahwa 4 hari sebelum ditahan KPK, beliau dari malaysia dengan beberapa tokoh menggagas pertemuan Khalid Misyal dengan PM Malaysia dalam rangka menggalang dukungan dan bantuan untuk Palestina. Dan alhamdulillah pertemuan tersebut sudah berjalan dan setelah itu rencananya Mesir, “Tapi saya… Antum semua yang sekarang harus melanjutkan.”

Setelah itu beliau masuk ke ruang sidang, subhanalloh terlihat sabar… tegar… dan seperti biasa senantiasa melempar senyum sambil mendengarkan majelis hakim hingga vonis majelis hakim diputuskan. Setelah persidangan selesai sebelum kembali ke ‘guntur’, beliau sempatkan kembali berkumpul dan menyambut banyak ikhwah di ruang tunggu.

“Akhi, Bagaimana kita bisa berharap keadilan kepada yang tidak bisa berbuat adil pada dirinya,” kata beliau sambil menunjuk ke atas. “Hanya kepada Alloh kita berharap…”

Banyak cerita, hikmah, keteladanan, kesabaran, ketegaran, semangat dan kelembutan dari beliau yang kami rasakan semalam, semoga keteladanan beliau menjadi bekal bagi kita dalam menapaki jalan da’wah ini. Salah satu pesan beliau: “Akhi, pondasi sudah disiapkan, selanjutnya silahkan antum sekalian lanjutkan…”

Wallohu’alam…

*http://www.al-intima.com
 
 http://www.pkskelapadua.com/2013/12/kotak-kecil-dari-pimpinan-hamas-khalid.html
4.5

Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Saya Mencintaimu Lebih Dari Apapun....


Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.Delapan bulan dalam masa perkenalan, dan tiga tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta
berperasaan halus.  Saya merindukan saat-saat romantis seperti
seorang anak yang menginginkan permen.  Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.  Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam  pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,  bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya
inginkan"

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya,  apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya,  "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?". Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, 
"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya,  saya akan merubah pikiran saya:
Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. 
Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas  dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang  bertuliskan....
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor,  saya harus memberikan jari-2 saya supaya  bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah,  dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang."
"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru  yang kamu kunjungi,  saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata  saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu' datang setiap
bulannya, dan  saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'.  Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu,  saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti,  saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar  dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena,  saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya  mencintaimu."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu.  aku tidak bisa menahan dirimu  mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,  tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu  puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di  rumah ini,  tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri  disana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.
Percayalah,  bahagiaku bila kau bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari  dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur
hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan,  maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita,  dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus  berwujud "bunga".


 4.5
 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Rumah Tanggamu, Surgamu

Ada beberapa persiapan harus dilakukan bagi para calon mempelasi.
Pertama, software-nya, yakni kalbu kita yang harus selalu yakin kepada Allah. Karena, yang bias menimbulkan orang stress, tidak menerima kenyataan , sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan, karena keyakinan dia yang lemah kepada Allah. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri kita ini milik Allah. Calon istri kita milik Allah. Yang mengetahui segala perasaan yang ada pada diri kita adalah Allah. Yang memerintahkan kita menikah adalah Allah. Pernikahan terjadi juga dengan ijin Allah. Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena pertolongan Allah. Jadi, kuncinya adalah Allah. Kalau kita tidak yakin kepada Allah, kita tidak akanmendapatkan kuncinya. Allah-lah yang menjanjikan kita berpasang-pasangan Allah-lah yang menyuruh kita menikah. Dan nikah itu ibadah. Sedang Allah menyuruh kita ibadah. Kita tidak usah merasa ragu-ragu lagi. Maka, kembalikanlah segalanya kepada Allah. Kita tidak boleh su'udzon sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena penampilan kita yang kurang menarik, orang tua miskin, pendidikan rendah. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Allah. Sebab, wajah kita bukan milik kita. Harta kita bukan milik kita. Ilmu kita bukan milik kita. Semuanya milik Allah.  

Kedua, tingkatkan kepribadian kita supaya kita disukai ALlah. Perbaikilah apapun yang dapat kita lakukan; akhlak kita, perbuatan kita, tingkah laku kita. Jagalah pandangan, bergaullah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Allah. Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat seperti mejeng dan ngeceng. Sebab, sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Allah. Apapun yang kita perbuat pastilah disaksikan-Nya. Maka, meningkatkan kualitas diri supaya disukai Allah adalah hal yang paling penting. Kemudian, yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan kedewasaan. Karena, untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan kemauan, keinginan, dan uang. Rumah tangga adalah samudera masalah. Kadang-kadang kita merasa bosan dengan istri kita. Sebelum menikah kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di dunia. Tapi setelah menikah, tidka jarang orang yang merasa di dunia ini banyak yang cantik, kecuali istrinya. Hal ini harus dikendalikan dengan kedewasaan. Jangan sampai kita ter- gelincir dan jatuh ke jurang maksiat hanya karena masalah seperti ini. Belum lagi dengan masalah lain yang sangat berpotensi untuk menimbilkan sengketa. Mertua kita, adik ipar kita yang tinggal serumah dengan kita. Bahkan anak kita sendiri yang masih bayi, misalnya. Semuanya bisa berpotensi untuk bermasalah kalau kita tidak dewasa dan arif menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan kearifanlah semua masalah bisa di- selesaikan. Seorang suami yang tidak matang, tidak dewasa, tidak arif, ia lebih banyak menambah masalah daripada menyelesaikan masalah.  

Ketiga, persiapan ilmu, terutama ilmu agama. Dengan ilmu agama, kita akan bisa beribadah dan beramal dengan benar. Dan Allah pun siap menolong kita, kalau kita beribadah dan beramal dengan benar. Ilmu agama penting dikuasai supaya kita tahu standar yang benar. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah Saw, karena memang hanya rumah tangga beliaulah yang menjadi acuan yang tepat dalam menegakkan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari sejarah rumah tangga beliau. Ketika ia pulang kerumah malam hari, lalu ketika pintu diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya tertidur, Rasulullah tak berani membangunkan. Akhirnya ia berbaring di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Tetapi paling tidak, kita memiliki standar yang jelas.  

Keempat, belajarlah ilmu umum, seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh, cara memahami wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani ngidam, saat kehamilan, saat melahirkan, dls. Begitupun istri harus memahami bagaimana perilaku suami, bagaimana emosinya, bagaimana karakternya. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan hal-hal seperti ini sangat diperlukan.

Kelima, persiapkan dan tingkatkanlah ketrampilan. Seperti ketrampilan menata rumah, mencari tambahan penghasilan, memasak, ketrampilan menekan biaya hidup, dll. Hal ini perlu dilakukan baik oleh calon suami maupun oleh calon istri. Sebab, setelah menikah bagi keduanya masing-masing berpeluang berpisah. Suami harus berpikir, misalnya ajal siap menjemput kapan saja. Maka, ketika istrinya meninggal duluan, jangan sampai kelabakan karena tidak bisa menggantikan peran istrinya. Begitupun bagi istri, ia harus siap memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan ketrampilan menambah penghasilan. Begitupun persiapan-persiapan yang harus ditempuh bagi kaum laki-laki dan perempuan yang sudha berniat berumahtangga. Bagi mereka telah maksimal mempersiapkannya, Insya Allah masalah apapun yang dihadapi, tidak akan membuat mereka goyah. Mereka tetap akan tegar dan yakin bahwa Allah akan menolongnya. Ingatlah firman Allah ebrikut ini : "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Q.S An-Nuur [24]:32) Nah, sudah seperti itukah persiapan Anda..???

Kh. Abdullah Gymnastiar 4.5
loading...