Sampai Kapan...


Sampai kapanpun kau hanya akan menemukan kehampaan
Ketika kau berharap menemukan sosok yang sempurna
Kau hanya akan disapa kecewa ketika kau meyakini memiliki jiwa yang tak bercelah

Akui saja, bahwa setiap insan
Tercipta dengan 2 sisi yang tak terelakan
Kelebihan dan kekurangan
Keduanya takkan bisa kau hindari
dari manusia manapun

Menikah bukan untuk menikmati kesempurnaan
Menikah bukan untuk membanggakan kelebihan pasangan
Tapi menikah sejatinya saling berbenah,
saling menghargai dan melengkapi satu dengan yang lainnya

Ketika kau mampu memahami itu
Maka kesempurnaan yang kau cari
akan kau bangun dengan sendirinya
InsyaAllah.


Sumber : @putri_prias 
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Obat Hati yang Sempit

@musyafa_ahmad :
“Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, (97). Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), (98). dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (99). QS: Al Hijr ayat 97-99 juz 14.”
1. QS Al-Hijr [15]: 97-99: Allah SWT mengetahui bahwa dada nabi Muhammad SAW -sebagai manusia- menjadi sempit dikarenakan ucapan-ucapan mereka


2. Ucapan-ucapan hasil penggorengan opini media negatif yang dilakukan oleh kafir Quraisy Makkah pada waktu itu

3. Sebagai obatnya, Allah SWT berikan 3 #resep: 1. Bertasbih memuji Allah 2. Selalu bersama orang2 yg bersujud  3. Beribadah terus menerus

“Bersabarlah atas segala apa yang mereka (sekarang dan akan) katakan…….”Shaad ayat 17 juz 23

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” QS: Yusuf ayat 108 juz 13.
Oleh karenanya Allah juga memerintahkan kepada Rasulullah untuk beribadah dalam keadaan apapun sampai datang kepadanya sebuah ajal.

Musyafa Ahmad Rahim
tafsir al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb
AGUNGNYA SEBUAH KESABARAN :
 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

BAHASA AIR MATA

Banyak cara untuk menyampaikan pesan. Dan terdapat aneka ragam bahasa untuk berkomunikasi. Bahkan berdiam seribu bahasa pun sering lebih efektif untuk mengungkapkan sikap.

Siti Maryam, ibu Nabi Isa a.s., diperintah Allah berdiam atau menggunakan simbol untuk menyampaikan pesan (QS 3:41 dan QS 19:26). Terkadang aksi mogok makan dilakukan sebagai bentuk protes. Ummu Kultsum, penyair tenar Mesir,pernah mengalunkan lagu gubahan Ahmad Syauqi yang menggambarkan bahwa bahasa terkadang tidak seampuh lirikan mata untuk menyampaikan asmara. "Ampuh ungkapan bahasa, namun tatapan mata yang menyala lebih ampuh untuk mengekspresikan cintaku pada kekasih,"kata Syauqi.

Diantara sekian banyak sarana komunikas, linangan air mata atau tangis merupakan pesan yang sangat dalam. Kita dapat bertanya pada diri kita masing-masing, kapan terakhir kali kita menangis? Dan mengapa kita menangis?

Mecucurkan air mata bukan semata monopoli anak kecil atau kaum wanita. Manusia-manusia agung pun mencucurkan air mata. Dalam sirah (biografi) Nabi Muhammad Saw. diriwayatkan bahwa beliau mencucurkan air mata saat mencium putranya Ibra-him, ketika putranya itu menghembuskan napasnya yang terakhir.
Melihat air mata Nabi yang tak terbendung, Abdurahman bin Auf, tercengang dan berkata "Engkau juga menangis, wahai Rasul."
Nabi menjawab, "Ini adalah rahmat Tuhan." Lalu beliau bersabda, "Air mata berlinang, hati terkoyak-koyak kesedihan, namun kami tidak akan berkata kecuali yang diridhai Allah. Wahai anakku Ibrahim, sungguh kami sedih atas perpisahan ini."

Nabi Isa a.s. pun menangis. Menurut riwayat Perjanjian Baru (St. John), Mary dan Martha meminta kedatangan Yesus untuk mengobati saudara mereka, Lazarus. Ketika Yesus tiba, Mary meninggal. Menurut St. John, perasaan Yesus sangat tergangu dan sedih sampai beliau mencucurkan air mata.

Pertama-tama kita harus sadari bahwa menangis adalah kenyataan biologis. Ia berfungsi sebagai sistem pembersih kornea mata. Jika air mata mengendap di balik mata, alat penglihatan akan terganggu. Binatang pun menangis, tapi mungkin hanya manusia yang mengaitkan cucuran air mata dengan respons emosional. Ahli-ahli ilmu jiwa mendeteksi bahwa mereka yang sering menangis, terutama anak-anak kecil, lebih sempurna mencapai keinginannya ketimbang yang jarang menangis.

Manusia adalah makhluk yang peka dan acap menangis. Ia menangis ketika disakiti, ketika takut, sedih, ingin dikasihani, dan bahkan apabila ia bahagia. Masih dalam lingkup menangis, manusia terkadang mengeluarkan air mata buaya jika hendak mengelabui atau menipu. Oleh karena itu kita perlu untuk memahami bahasa air mata. Bahasa ini terkadang lebih jelas dari bahasa kata-kata. Ia mempunyai aturan-aturan tertentu yang menghubungkan pikiran dan emosi melalui sarana yang sangat canggih.

Menangis bersumber dari suatu hal yang terletak jauh di dalam jiwa yang
terkait dengan sumber spiritual manusia. Namun sayangnya manusia pada umumnya menggunakan standar ganda dalam menghadapi budaya tangis. Hanya kaum Hawa yang dinilai wajar menangis. Wanita akan diberi tempat layak apabila mencucurkan air mata pada situasi tertentu. Sebaliknya, anak lelaki atau pria, rasa hormat akan diberikan ketika mereka dapat menahan air mata.
Bahkan atribut ketegaran sering diberikan kepada seorang wanita di kala ia menahan linangan air mata. Padahal, kalau saja kita dapat memahami bahasa tangis, pandangan sepihak atau standar ganda yang selama ini membentuk persepsi kita akan lambat laun kita tanggalkan. Salah satu cara untuk mengoreksi kekeliruan tersebut adalah dengan membedakan tipe-tipe tangis yang sangat bervariasi.

Variasi Tangis :
Air mata dapat melaju karena faktor fisiologis. Mata terkena debu, aroma bawang, atas gas yang mengandung bahan kimia.
Air mata juga dapat keluar saat tingkat hormon tidak seimbang. Adapula air mata yang didorong oleh kenangan yang mengesankan, yang indah atau yang buruk. Kita hidupkan kenangan-kenangan tersebut melalui linangan air mata.
Lain lagi air mata yang memberi rasa lega, yang berfungsi sebagai terapi untuk mengatasi rasa cemas yang berkepanjangan.
Kitapun menangis akibat tangisan orang banyak. Misalnya tangisan perkawinan, wisuda, atau memasuki masa purnabakti. Air mata ini pertanda keakraban hubungan.
Air mata juga melambangkan ekspresi rasa kehilangan, terutama bila yang hilang sangat berarti bagi seseorang. Jangankan manusia, meninggalnya anjing kesayangan mantan Presiden Amerika George Bush sangat membekas pada hati keluarga Bush, demikian berita CNN.

Kematian tanpa cucuran air mata dianggap anomali. Dalam kebudayaa Yunani,Cina, Timur Tengah, tradisi wanita bayaran untuk meratapi jenazah masih berlaku sampai sekarang. Pada saat-saat perpisahaan, air mata mengekspresikan rasa penghargaan dan mengundang refleksi.

Depresi, frustasi, dan putus asa juga membangkitkan laju air mata yang deras. Air mata yang keluar saat itu sebagai akibat ketidakberdayaan, sangat menyayat hati. Ketika itu kita benci melihat tetesan air mata.

Dilain pihak, kita sering menangis karena tidak dapat membendung kebahagiaan. Ungkapan kata sangat terbatas untuk menampung rasa bahagia yang begitu dahsyat, misalnya pada saat kelahiran anak pertama, atau pada saat meraih keberhasilan yang didambakan.

Air mata simpati akibat kesedihan yang diderita orang lain sering juga kita alami. Bahkan terkadang kita sengaja mengeluarkan uang untuk mengundang air mata tersebut melalui pertunjukkan film. Imajinasi kita dapat membangkitkan rasa haru yang disusul dengan tangisan tersedu-sedu.

Adapula tangisan yang bersifat manipulatif dengan cara mengundang simpati orang lain menunjukkan penyesalan guna meringankan vonis atau hukuman. Yang paling pandai menggunakan tangisan ini adalah anak-anak dan mungkin juga wanita, demikian Josepf Kottler dalam bukunya The Language of Tears.

Agama dan Tangis :
Air mata yang tercurah akibat penyesalan dosa, ketakutan akan siksaan Tuhan, atau kekhawatiran akan nasib di hari kemudian, disamping kebahagiaan atas penemuan kebenaran & kehampiran kepada Tuhan, kesemuanya mendapatkan tempat terpuji dalam perbendaharaan bahasa kita suci. Dalam literatur tasawuf, sebelum kata "sufi" - menunjukkan kelompok yang menekankan aspek spiritual dalam kehidupannya - populer digunakan, kelompok tersebut diberi attribut al-bakkaa'uun yang berarti "penangis atau suka menangis."

Kelompok ini - dipelopori oleh Al-Hasan Al-Basri - tiap kali merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an mereka menangis tersedu-sedu. Ketika surga disebut, mereka mencucurkan air mata sambil berharap dapat memasukinya dan ketika siksaan neraka digambarkan mereka pun menangis karena takut terjerumus ke dalamnya.

Pengalaman seseorang, khususnya ditempat-tempat suci yang membangkitkan rasa syahdu dan khusuk, bisa menyebkan air mata laju tak terbendung. Umat Yahudi, bahkan memiliki Wailling Wall (Tembok Ratapan), tempat mereka meratap sambil memohon ampunan. Demikian halnya umat Kristen ketika melawat ke Yerusalem, sambil mengenang kehidupan serta perjalanan spiritual Yesus, air mata yang membasahi pipi terlihat dimana-mana. Tidak ubahnya ketika umat Isalm berdiri di multazam (sisi kanan hajar aswad di Ka'bah). Suasana syahdu yang dibarengi cucuran air mata dan tangisan merupakan hal yang biasa. Belum lagi beraudiensi di makan Rasulullah di Madinah, sambil mengucapkan salam dan penghargaan kepada beliau, suara tangis terdengar walau dari kejauhan. Hal yang sama dapat dijumpai dihadapan makan Imam Husein di Karbala, pengunjung bertangisan mengenang perjuangan beliau meletakkan keadilan walau harus
mengorbankan jiwanya.

Sungguh, bahasa air mata secara jelas menyampaikan pesannya. Dalam Al Qur'an kita jumpai kata-kata menangis, atau cucuran air mata disebut beberapa kali.
Terkadang menggambarkan kesedihan atas kematian (QS 44:29), atau kekhawatiran atas ancaman Tuhan (QS 53:60). Terekam pula air mata saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. saat mengelabui ayahnya Nabi Yakub a.s. (QS 12:16).

Tangis sedu-lagi khusyuk sebgai manifestasi iman dan kehampiran kepada Allah digambarkan dalam Al-Qur'an Surat Al Israa'(17):107 dan Surah Maryam(19):58.
Disamping itu Al-Qur'an menggambarkan betapa sebagian umat Kristen mencucurkan air mata saat mendengarkan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Curahan air mata dibarengi dengan kesaksian terhadap kebenaran wahyu illahi (QS 5:83). Tergambarkan tangisan suatu kelompok yang bersedih hati karena harus tertinggal dari suatu peperangan di jalan Allah (QS 9:92).

Mari kita merenung bersama, apa yang menjadikan air mata kita melaju. Apakah hanya terbatas ketika kita merasa sedih karena kehilangan, depresi karena frustasi, atau ketidakberdayaan karena jalan buntu? Masih tertinggalkah tetesan air mata saat mendengar peringatan Tuhan, atau mengenang perjuangan Rasul-Nya?
Semoga demikian

Disadur dari bulu :

ISLAM INKLUSIF Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama

Karya : Dr. Alwi Sihab, PhD

Cetakan IV, Rabi 'Al-Tsani 1419 / Agustus 1998, Penerbit Mizan bekerjasama denga ANTV.-

 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

SIKAP MENTAL PEMENANG....bukan #Pecundang !

 Abi Kayyis
1. IKHLAS BERJUANG KARENA ALLAH. Keikhlasan adalah bekal dan kekuatan
awal bagi seorang pemenang untuk berjuang dijalan Allah swt. Keikhlasan
berjuang hanya karena Allah swt demi mengharap ridho dan cinta-Nya serta
balasan surga-Nya membuat sang pejuang akan selalu memiliki energy
untuk bekerja maksimal mewujudkan impian dan tugas besar yang
diembannya. Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah mengatakan “keikhlasan akan
membuat amal yang berat terasa ringan, sebaliknya ketidak ikhlasan
membuat amal yang ringan terasa berat”. Milikilah keikhlasan, karena
keikhlasan adalah energy terbesar yang dimiliki manusia, yang iblis
laknatullah pun tidak sanggup menggoda dan menjatuhkan orang yang ikhlas
berjuang karena Allah swt. Keikhlasan membuat seorang pejuang dan
pemenang tidak peduli pada kritikan, pujian dan cacian orang lain,
karena ukuran sukses kerjanya adalah pujian dan ridha Allah swt,
Rasul-Nya dan Orang yang beriman, bukan dari manusia umumnya.

2. MEMILIKI VISI DAN CITA-CITA UNTUK MENANG. Seorang pemenang adalah
mereka yang bermimpi dan bertekad untuk menang. Tidak mungkin atau
sangat jarang seorang pemenang adalah orang yang tidak punya keinginan
dan cita-cita untuk menang. Karena jika begitu menangnya adalah
kebetulan bukan keinginan. Sebagaimana Rasulullah saw bercita-cita besar
untuk menaklukan Romawi dan Parsi. Ketika beliau memecahkan batu ketika
menggali parit di Perang Khandaq, beliau mengatakan kelak Romawi dan
Parsi akan kita taklukan. Ternyata cita-cita beliau itu terbukti dan
terwujud oleh beliau dan para sahabat ra. Imam Syahid Hasan al Banna pun
pernah mengatakan bahwa kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin.
Semua penemuan besar dan prestasi dahsyat seperti ditemukannya pesawat,
mobil, computer, hand phone, senjata canggih, kekayaan besar, ataupun
prestasi spektakuler dari atlit kelas dunia dalam perlombaan dan
kompetisi olahraga, maka semuanya berawal dari impian dan cita-cita
mereka untuk meraih kemenangan dan kesuksesan. Maka beranilah untuk
bermimpi dan bercita-cita.

3. YAKIN DAN OPTIMIS BISA MENANG. Seorang pemenang adalah mereka yang
optimis dan yakin bahwa semua impian dan target yang ditetapkannya bisa
tercapai jika mereka terus berusaha dan berdoa dengan konsisten. Mereka
optimis pada kemampuannya. Terlebih dari itu mereka optimis pada
pertolongan Allah swt. Karena Allah swt berkata “siapa yang menolong
agama-Ku, maka Aku akan menolongnya”. Dalam Surat An nuur ayat 55 Allah
swt berjanji bahwa kelak orang-orang beriman akan dijadikan-Nya
pemimpin-pemimpin di muka bumi.

4. BERANI MENCOBA DAN BERANI GAGAL. Sikap mental pemenang berikutnya
adalah keberanian untuk mencoba dan berani untuk menghadapi kegagalan.
Bagi seorang pemenang kegagalan itu biasa. Tapi mereka tetap belajar
dari kegagalan. Karena kegagalan dapat mendewasakan kita dan mendidik
kita. Kegagalan juga guru terbaik untuk menunjukkan dimana letak
kekurangan kita. Kegagalan membuat mental kita harus lebih kuat dari
sebelumnya, karena pastilah setiap kegagalan menyebabkan terpukulnya
jiwa kita. sehingga untuk mengatasinya diperlukan jiwa yang kuat dan
tahan banting. Pepatah mengatakan “nahkoda yang tangguh tidak dilahirkan
di laut yang tenang, tapi dilaut yang berombak”. Sejarah Para pemenang
diseluruh dunia, adalah sejarah kegagalan yang mereka lalui dengan tetap
menjaga optimism sehingga akhirnya kegagalan itu gagal dalam
menggagalkan mereka. Contoh nyatanya adalah Rasulullah saw, dapat
dikatakan selama 13 tahun berdakwah di Mekkah, maka mayoritas dakwahnya
menemui kegagalan yaitu penolakan dan permusuhan dari orang yang
didakwahinya. Tapi hal itu tidak membuat nyali beliau ciut untuk terus
berdakwah. Sikap inilah yang akhirnya menyebabkan keberhasilan beliau
dalam berdakwah.

5. PANTANG MENYERAH. Sikap mental seorang pemenang berikutnya adalah
pantang menyerah dan selalu bangkit setiap kali terjatuh. Rasulullah saw
dan para sahabatnya adalah pribadi-pribadi yang pantang menyerah
sebelum sebelum selesainya pertandingan ataupun sesudah selesainya
pertandingan. Mereka berjiwa climbers yaitu berjiwa pendaki sejati yang
terus berjalan dan berjalan menuju puncak impian dan cita-citanya.
Mereka tidak hanya berhasil menaklukan madinah dan mekkah, tapi terus
merangsek ke seluruh jazirah arab, bahkan 1/3 penjuru dunia akhirnya
bisa dikuasai. Dalam perjalanannya mereka melalui kesulitan dan
tantangan. Mereka kekurangan pasukan dan perlengkapan. Kendala ini tidak
membuat mereka menyerah. Mereka bertarung sampai tetes darah
penghabisan. Tapi alih-alih kalah, justru mereka meraih kemenangan,
dengan modal sikap pantang menyerahnya tadi. Contohnya ketika
menghadapi pasukan Romawi yang bersenjata lengkap dengan 200 ribu
pasukan, sementara ummat islam hanya sekitar 20 ribu orang dengan
persenjataan tidak selengkap pasukan musuh. Tapi sikap mental pemenang
dan pantang menyerah membuat mereka tidak gentar dan takut, justru
semakin memicu nyalinya dan tertantang untuk mampu menaklukan musuh
dengan kekuatan sebesar itu.

6. SABAR MENGHADAPI KESULITAN. Kesabaran adalah modal dasar
dari para pemenang. Kesabaran membuat kualitas orang-orangnya melejit
10 kali lipat dibanding orang yang tidak sabar. Allah swt mengatakan
dalam Surat Al Anfaal ayat 66 “Sekarang Allah telah meringankan
kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika
ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat
mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang
(yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang,
dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. Pertarungan pastilah penuh dengan tantangan internal dan eksternal, maka hanya orang sabar yang dapat melewatinya.

7. SIAP BERKORBAN DAN MEMBAYAR HARGA KEMENANGAN. Perjuangan untuk
meraih kemenangan jelas menuntut pengorbanan dan harga yang mesti
dibayar diawal. Pepatah mengatakan “tidak ada makan siang yang gratis”.
Artinya tidak ada dalam hidup ini sesuatu yang kita peroleh tanpa sebab.
Hokum alam dan sunnatullah berlaku, jika kita ingin akibat maka kita
harus melakukan sebab. Maka pengorbanan dan kerja keras adalah sebab
yang akan melahirkan kemenangan. Ada harga yang mesti kita bayar dulu
diawal sebelum cita-cita dan keinginan kita raih. Allah swt berfirman,
jika kita ingin mendapatkan Surga dan dibebaskan dari azab yang pedih,
maka kita harus mau berkorban dengan harta dan jiwa kita di jalan Allah.
(Surat Ash Shaf : 10 – 11). Bunker Hunt seorang milyarder mengatakan “Sukses
itu sederhana saja. Pertama, putuskanlah apa yang anda inginkan secara
spesifik. Kedua, putuskanlah anda bersedia membayar harganya untuk
menjadikan itu terjadi”. Kehidupan bisa juga menjadi contoh bagi
untuk menjadi pemenang maka diperlukan pengorbanan dan harga yang mesti
dibayar. Sebuah yang tajam dan indah, berawal dari sebuah balok besi
yang tidak begitu berharga. Tapi ketika besi itu dibakar, dipukul
berkali-kali, direndam diair, dibakar lagi dan lagi, kemudian diasah,
yang seandainya besi itu bernyawa maka dia akan berteriak kesakitan
dengan penyiksaan itu. Tapi setelah semua pekerjaan itu selesai, yang
tertinggal adalah sebilah pedang yang tajam dan indah yang harganya jauh
lebih mahal dan jauh lebih berharga dari potongan besi tadi. Artinya
jika kita ingin lebih tajam dan lebih kuat, kita harus siap menderita
untuk meraihnya. Imam Ibnul Qayyim mengatakan “orang-orang pintar
disetiap ummat sepakat bahwa kenikmatan itu tidak bisa didapat dengan
kenikmatan pula. Siapa yang mementingkan kesenangan ia akan kehilangan
kesenangan. Siapa yang berani menentang badai dan menghadapi rintangan,
ia akan memperoleh kegembiraan dan kenikmatan”

8. BANYAK BEKERJA, SEDIKIT BICARA. Seorang pecundang itu adalah yang
menginginkan kemenangan dan hanya menginginkannya, sedang seorang
pemenang adalah yang menginginkan kemenangan dan melakukannya. Albert
Einstein mengatakan 1 ons aksi lebih berharga dari 1 ton teori. Yang
mengantarkan seseorang pada kesuksesan bukanlah ilmu. Karena betapa
banyak orang berilmu seperti Profesor dan Doktor tapi hidupnya
biasa-biasa saja. Yang mengantarkan seseorang pada kesuksesan adalah
Ilmu yang diterapkan. Einstein, Ilmuwan terbesar abad ini, mengatakan
bahwa “kejeniusan saya 1 % nya adalah kecerdasan dan 99 % nya adalah
kerja keras,”. Artinya Einstein mengatakan semua prestasi dan karya yang
dihasilkannya bersumber dari kerja keras dan tindakan yang
dilakukannya. Inilah The Power of Action. Contohnya kenapa orang bisa
tenggelam? Semua kita umumnya menjawab karena tidak bisa berenang. Tapi
kalau kita lakukan percobaan dengan berendam seluruh tubuh kita di bak
mandi yang airnya hanya setinggi 30 cm selama 30 menit apa yang terjadi?
Ya kita juga akan mati dan tenggelam. Jadi orang tenggelam dan mati
bukan karena tidak bisa berenang, tapi karena tidak bergerak.

9. TIDAK MENCARI ALASAN. Seorang yang memiliki mental pemenang tidak
suka mencari-cari alasan, untuk tidak melakukan apa yang harus
dilakukannya. Alasannya hanya satu, yaitu alasan untuk melakukan, bukan
alasan untuk tidak melakukan. Kalau kita perhatikan kebanyakan orang
gagal adalah mereka yang selalu banyak alasan untuk tidak berbuat
apa-apa dan menjadi siapa-siapa. Mereka berdalih dengan kesehatan yang
buruk, ekonomi yang krisis, orang tua yang miskin, pendidikan yang
rendah, fisik yang lemah, keberuntungan yang kurang, dana yang sedikit,
jumlah yang kurang dan berbagai macam alasan lainnya untuk menjadi
pembenaran atas ketidak siapan dan ketidak mauan untuk bertindak dan
bertarung. Sedangkan seorang pemenang justru tidak mencari alasan apapun
yang melemahkan atau menyebabkan dia tidak mau bekerja. Mereka
menepiskan semua kekurangan dan kelemahan yang mungkin menjadi alasan
bagi mereka untuk tidak melakukan apa-apa atau merasa pesimis sebelum
bertarung.

10. BERTANGGUNG JAWAB.Tidak hanya menepiskan semua alasan untuk
lemah, para pemenang adalah yang bertanggung jawab terhadap
kehidupannya. Mereka yakin dengan Firman Allah swt “bahwa tidak akan
terwujud perubahan kalau bukan dia yang akan merubahnya”. Pepatah
mengatakan “kita tidak bisa merubah keadaan tapi kita bisa mengubah
sikap kita menghadapi keadaan” atau kita tidak bisa mengubah arah angin,
tapi kita bisa mengubah arah sayap pesawat kita”. orang yang
bertanggung jawab tidak menyalahkan atau mengkambing hitamkan orang
lain, tapi mereka bertanggung jawab terhadap semua hasil yang
diperolehnya. Sikap ini membuat mereka selalu berusaha berbuat yang
terbaik agar tidak mengalami kegagalan. Kehidupan ini adalah kumpulan
keputusan yang mesti diambil dengan bertanggung jawab. Sehingga mereka
selalu mengambil keputusan terbaik dalam hidupnya untuk bertindak yang
terbaik.

11. TEGUH PENDIRIAN (Istiqamah). Sikap mental seorang pemenang
berikutnya adalah sikap teguh pendirian atau istiqamah. Allah swt
menjanjikan kemenangan dan surga bagi orang yang meneguhkan pendirian
mereka. ““Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian
mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan,
“Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah
mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah
pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; (QS 41:30-32). Secara bahasa Istiqamah adalah anonim dari thughyan
(penyimpangan atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di
suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqamah dari kata
“qaama” yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

12. TAWAKKAL. Allah swt berfirman dalam Surat Ath Thalaq ayat 3 “
barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan
kebutuhannya”. Tawakkal artinya berserah diri kepada Allah swt setelah
berusaha. Allah swt menyuruh kita untuk tawakal setelah bertekad kuat
dan berusaha “ Setelah berazzam maka bertawakallah kepada Allah”. Sikap
tawakal akan mendatangan pertolongan Allah swt kepada kita, karena
memang Dia-lah Pemilik Segala kekuatan, Penentu segala Kemenangan, Yang
Maha Kuasa dan Maha Perkasa, yang bisa mengubah apa yang tidak mungkin
menjadi mungkin cukup hanya dengan satu kata “kun” maka “fayaku”
terjadilah dia. Sikap mental tawakkal juga menjadi tameng mental,
sehingga kita tidak menjadi gelisah dan cemas menghadapi saat
pertarungan ataupun menjadi depresi dan frustasi menghadapi kegagalan,
karena kita sudah pasrah atas kehendak-Nya.

http://www.pkspiyungan.org/2013/06/anis-matta-buka-bukaan-tantangan-pimpin.html

Sujud = jawaban atas #gundah hati

Sujud = Meletakkan kening di atas tanah, artinya kita sepenuhnya hamba Allah, kecil, tak punya apa-apa.

Perbanyak pinta pada-Nya dalam kehinaan

Temukan kedamaian saat sujud. Damai karena itu titik terdekat kita dengan Allah ... Dialoglah dengan NYA karena kita

sedang dekat dengan NYA

Rasakan hening yang membuat rindu saat sujud. Sebab jiwa memerlukan hening untuk merasakan kedekatan dengan yang MAHA

PENCIPTA langit dan bumi

Raih jawaban atas gundahmu saat sujud. Sebab di situlah segala resah hilang karena KEBESARAN dan KEAGUNGAN

NYA
M. Lili Nur Aulia

@LiliNurAulia
4.5 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

dakwah ini milik Allah, dan Allah lah yang akan menjaganya

  • Surat Al-Fiil ini turun untuk menghibur, membangun dan membangkitkan optimisme nabi Muhammad saw.dan para sahabatnya di tengah terpaan badai dakwah yang luar biasa di kota Mekkah.



  • Sesungguhnya dakwah ini milik Allah, dan Allah lah yang akan menjaganya



  • Maka, luruskanlah niat,dekatkan diri pada Allah,pupuklah semangat. Bangkitkanlah  optimisme.


4.5

Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

PKS bukan Mie Instan!

L
Semua pasti kenal dan pernah merasakan yang namanya mie instan. Karakternya hampir sama: cepat saji. mudah dibawa. Namun harus diingat, efeknya tidak tahan lama, mudah basi, dan tentu menurut penelitian ahli medis: berpenyakit!
Ada yang bertanya, mengapa kader-kader PKS begitu solid malah makin solid setelah kasus LHI? 
Jawabannya mudah:
PERTAMA: Interaksi kader-kader PKS di semua jenjang tidak berlangsung instan, minimal 3-6 tahun. Waktu selama itu, dipastikan cukup mengenal karakter-tabiat-dan watak seorang kader yang pasti berbeda satu sama lain.
Dalam interaksi itu, plus-minus sebagai manusia jamak terjadi. Ada masalah hutang piutang, masalah RT, ketersinggungan, hingga masalah komitmen. Layaknya manusia kebanyakan, hal itu lumrah terjadi dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun jika tuduhan itu hingga tingkat: hobi main perempuan, hobi korupsi, nampaknya terlalu mengada-ada dan semua kader pasti merasa tersinggung dan menolak keras.
KEDUA: Setiap kader yang ditunjuk mewakili PKS, tugas utamanya adalah BERDAKWAH. Jadi apapun di PKS, sifatnya bukan TAKRIM (pemuliaan) tapi TAKLIF (penugasan).
Memang, yang paling mencolok dari interaksi sosial kader-kader PKS adalah setelah banyaknya kader-kader yang "DITUGASKAN" berdakwah di parlemen, eksekutif, birokrasi, dan level-level "basah" lainnya.
Fitnah "basa-basah" ini mulai memunculkan syakwasangka. Entah karena kesibukan atau miskomunikasi, fitnah ini pula yang membuat beberapa kader "merasa" disingkirkan. Padahal jika sadar akan misi awal berdakwah, tak akan ada yang merasa termarjinalkan.
Namun, faktor tabiat dan karakter bawaan tadi, tak sedikit memunculkan ketersinggungan. Seakan ada "gap" jika seorang kader sudah menjadi Gubernur, Bupati/walikota, Aleg DPRRI atau DPRD. Kader-kader dibawah terjangkiti "ghil" (ketidakenakan hati), bahwa jerih payah mereka dilupakan. Sebaliknya para qiyadah merasa, tugas sebagai pejabat publik teramat banyak. Di sini sekali lagi, masalah komunikasi dan interaksi sosial paling menentukan.
KETIGA: Sistem Pembinaan PKS terstruktur dan massif.
Inti dari pembinaan di PKS sebenarnya lebih pada penekanan Hablum minallah dan hablumminnas. Namun direalisasikan dalam KERJA NYATA membangun negeri dengan penuh dedikasi tinggi.
Banyak yang menghubung-hubungkan PKS dengan IM di Mesir. Ini tidak terlalu salah. Karena memang buku-buku inspirasi pergerakan PKS, banyak menggunakan buku-buku IM, gerakan paling produktif di dunia. Disamping tidak menafikan buku-buku dari Salafy, Persis, NU, Muhammadiyah juga digunakan sebagai pembanding memahami realitas.
Target jalinan cinta dengan Allah adalah: terlatih khatam-hafal Al-Qur'an, Qiyamullail, Shaum Sunnah, Zakat, Haji. Selain itu dilatih juga untuk menjalin cinta dengan manusia melalui Yayasan, Sekolah, Baksos, Rumah Sakit, Shadaqah, Kurban, Olah raga, Kerja Bakti, dan menjadi donatur atau fasilitator bagi masyarakat tidak mampu. Maka prinsip PKS dalam interaksi sosial adalah:
1. Manjauhi perdebatan masalah ikhtilaf FIQH. Di PKS, kita akan temukan kader-kader dengan latarbelakang berbeda bahkan berasal dari semua ormas yang masih satu kiblat, satu Nabi, satu Al-Qur'an, hanya berbeda pemahaman Fiqh saja.

2. Menjauhi kebanggaan masalah suku atau asal muasal kedaerahan. Di PKS, biasa terjadi pengurus DPW-DPD di Jabar dipimpin kader-kader dari etnis Jawa, Makassar, atau Sumatera. Namun di daerah lain pun sama, di Jateng-DIY-Riau-Kaltim-Sumatera banyak kader-kader etnis Sunda yang menjadi pengurus teras di PKS.

3. Menjauhi kebanggan gelar pendidikan, dan delegasi penugasan (tauzhif) diberikan atas dasar kafaa'ah (kemampuan) bukan karena asal bergelar pendidikan. Maka di PKS, seorang kader yang berprofesi sebagai tukang bangunan bisa jadi memimpin grup halaqoh yang diisi sarjana.
KEEMPAT: Misi besar PKS adalah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan, yang otomatis tantangannya harus berhadapan dengan mafia-mafia penguasa negeri ini.
Maka kader-kader PKS dari awal sudah sadar, efek dari komitmen membangun kemandirian negeri dan bangsa, akan dibenturkan dengan berbagai fitnah.
Di sini, Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna mengingatkan: 
"Wahai Ikhwan, sungguh aku sama sekali tak khawatir jika seluruh dunia bersatu untuk melibas kalian. Sebab dengan izin Allah, kalian lebih kuat daripada mereka. Tapi aku khawatirkan 2 hal menimpa kalian:
1. Aku khawatir kalian melupakan Allah, hingga Allah membiarkan kalian.
2. Atau kalian melupakan ikhwah-ikhwah, hingga akhirnya satu sama lain saling memperdayai."
Jadi, sikap solid kader-kader PKS bukan didasari kegilaan pada qiyadah, atau ketaatan buta terhadap pengurus partai, namun lebih didasari pada kenyataan: Tidak mudah menemukan komunitas yang memadukan keshalihan ritual-sosial dengan langkah nyata di tataran nyata dan berefek komunal.
Jadi bila ada kader semisal Margono, maka bisa dipastikan ia adalah kader Mie Instan! 
 4.5 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Do'a Ketetapan Hati...


اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا
وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنْ
الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا
بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ
الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى
مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلْ
الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا
مَنْ لَا يَرْحَمُنَا
Ya Allah, jadikanlah untuk kami
bagian dari rasa takut kepadaMu yang dapat menghalangi kami dari perbuatan
maksiat (kepadaMu).”
“Jadikanlah untuk
kami bagian dari ketaatan kepadaMu yang dapat menyampaikan kami kepada surgaMu.”
“Jadikanlah untuk kami bagian
dari rasa keyakinan yang dengannya Engkau meringankan kami dalam menghadapi
musibah dunia.”
“Ya Allah, berilah kenikmatan kepada kami
pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama Engkau menghidupkan kami,
jadikanlah ia tetap ada pada kami,”
“Jadikanlah pembalasan kami kepada orang
yang mendzalimi kami,”
“Janganlah Engkau jadikan musibah (yang
menimpa) kami mempengaruhi agama kami,”
“Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai
tujuan terbesar dan puncak ilmu kami,”
“Dan janganlah Engkau jadikan orang yang
tidak menyayangi kami (orang kafir dan orang dzalim) sebagai orang yang
menguasai kami.”
4.5
 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

KPK terperangah aset mobil2 dinas PKS senilai 21M?


Harta kami yang sesungguhnya adalah hati, akal dan lisan kami... Yang dulu bergerak leluasa di atas kaki-kaki bersepatu seadanya.
Menghampiri manusia di manapun mereka untuk ikuti kebenaran Ilahi dan bangun hidup dalam kebaikan. Hanya hati, akal dan lisan kami!
Kalian bisa ambil semua rumah, kantor, mobil dan meja kami. Tapi sekali-kali kalian tak akan bisa rampas hati, akal dan lisan kami.
Kalian pun bisa penjarakan siapapun yang kalian kehendaki dari kami. Tapi sekali-kali tak bisa kalian jamah hati, akal & lisan kami


  • KPK terperangah aset mobil2 dinas PKS senilai 21M? Hmm.. Pintu masuk bagus untuk mengenal PKS.


  • Info tambahan, PKS juga punya kantor milik sendiri di beberapa provinsi dan kabupaten/kota. Jika dinilai tentu total lebih dari 21M


  • Untuk operasional, PKS juga memberi tunjangan finansial bagi sejumlah pengurus yang full-time, baik DPP, DPW dan DPD.


  • Biaya operasional bulanan DPP misalnya 1 sd 1.5 M per-bulan, membiayai seluruh Bidang, Badan dan Departemen-2 serta rumah-tangga.


  • Untuk ukuran DPD di kabupaten/kota, biaya operasional bulanan mereka antara 50 sd 100 juta. Sementara untuk DPW sekitar 100 sd 200 juta.


  • Jadi untuk hitung biaya operasional total bulanan, jumlahkan saja DPP + 33 DPW + hampir 500 DPD. Pastinya sangat besar.


  • Sblm muncul sbg parpol pd 1999, PKS adalah gerakan dakwah yang juga terorganisir. Punya aset kantor, kendaraan dan biaya operasional.


  • Seingat saya sblm 1999, aset gerakan ini tidak kurang dari 5 kantor & 20-mobil serta sejumlah sepeda motor. Atas nama perorangan.


  • Semua aset gerakan dakwah sblm 1999 berasal dari infak dan wakaf banyak pihak yang terlibat, mendukung dan simpati dengan dakwah.


  • Sekarang dari mana sumber dana utama PKS untuk biayai kegiatan2nya? Pertama infak rutin kader tiap pekan. Biasanya dihimpun saat pengajian.


  • Kami pun biasa menghimpun dana solidaritas bagi dunia Islam dan bantuan kemanusiaan dengan berbagai acara keumatan.


  • Tiap pekan per-group pengajian bisa himpun Rp 50-100 ribu. Kami saat ini punya lebih dari 200 ribu group bernama halaqah tarbawiyah.


  • Kedua, infak wajib bulanan anggota inti. Liputi iuran wajib & zakat penghasilan. Sbg contoh infak wajib bulanan saya 1.5 sd 2 juta.


  • Besaran infak wajib bulanan berbeda tiap anggota, sesuai besaran penghasilannya. Sekarang ada 600 ribuan anggota inti.


  • Ketiga, zakat tahunan. Berupa zakat maal, zakat fitrah, infak dan shadaqah anggota. Biasanya dihimpun selama ramadhan.


  • Lembaga2 amil zakat yang dikelola kader PKS jg himpun zakat, infak & shadaqah dari masy untuk didistribusikan ke masy fakir-miskin.


  • Dari zakat maal tahunan anggota tsb terhimpun cukup besar. Untuk membantu anggota yang fuqara&masakin dan ununtuk program2 kemanusiaan.


  • Keempat, infak bulanan pejabat publik baik di legislatif maupun eksekutif. Anggota FPKS DPR tiap bulan bayar infak 20 juta ke DPP.


  • Ada 57 anggota di DPR, 200-an anggota DPRD Prov dan 2000-an anggota DPRD Kab/Kota. Besaran infak bulanannya berbeda2.


  • Sebagai contoh aleg DPRD kota/kab cirebon, infak bulanan sbg pejabat publik ke DPD sebesar Rp 3 juta. Jika ditotal pasti besar.


  • Kelima, ta'awun maali atau partisipasi pendanaan. Biasanya dilakukan jika ada kegiatan tertentu, musibah yang dialami anggota, dll.


  • Ta'awun maali bersifat sukarela termasuk jumlahnya. Bisa juga dilakukan dlm benuntuk pinjaman lunak.


  • Sbg contoh di cirebon ada kader dokter pinjamkan dana 500 juta untuk bantu bangun kantor DPD. Tanpa bunga.


  • Kelima, kerjasama program. Kader2 PKS banyak yang kelola lembaga pendidikan, sosial, dakwah & bisnis. Mrk lakukan kerjasama program.


  • Misal BPR syariah milik kader kerjasama program dengan Bidang Ekonomi di PKS. Lembaga pendidikan dengan Departemen Pelajar di PKS, dst.


  • Keenam, dana bantuan keuangan parpol dari pemerintah setiap tahun berdasarkan perolehan suara pemilu. Lumayan besar-lah jumlahnya.


  • Ketujuh, hibah aset bergerak dari dermawan. Ada yang bantu motor, mobil, komputer, dll. Ununtuk kendaraan biasanya pakai nama pribadi.


  • Kedelapan, penyertaan modal ununtuk usaha/bisnis yang dikelola secara profesional oleh perorangan/perusahaan yang dilakukan bendahara.


  • Ini dilakukan krn UU mengatur parpol tdk boleh memiliki lembaga usaha/bisnis.


  • Itu sumber dan cara PKS menghimpun dana untuk biayai program-kegiatan yang putarannya harian dan sediakan fasilitas kerjanya.


  • Silakan Anda kunjungi kantor2 PKS di DPP, DPW, DPD, DPC dan DPRa. Perhatikan kesibukan kegiatan mereka yang tak henti siang-malam.


  • Ada satu lagi, yang kami sebut "da'mu dzati" atau pendanaan mandiri. Yaitu aktivitas yang diikuti dan didanai mandiri oleh kader.


  • Misalnya bulan ini sejumlah DPD adakan camping-ground/mukhayyam. Tiap anggota keluarkan Rp 200 ribuan ununtuk jadi peserta.


  • Atau rakor PIP PKS di Istanbul lalu. Semua perwakilan yang datang atas biaya sendiri.


  • Jadi ketika KPK terperangah melihat mobil2 PKS, saya maklum. Krn mereka belum mengenal kami.


  • Setiap Departemen, Bidang dan Badan di DPP PKS memang difasilitasi mobil operasional. Trmsk untuk Pres, Sekjen & Bendahara.


  • Ketika melihat petugas KPK geledah ruang kantor DPP PKS untuk lacak asal-muasal keuangan partai, hati saya sangat galau.


  • "Jika saja petugas2 itu tahu lembaran2 lusuh uang infak kader-2 kami yang mereka berikan dengan ikhlas tiap pekan, bulan & ramadhan.."


  • Bukankah awalnya anda sdg selidiki uang 1 M di tangan AF yang diduga akan diberikan ke LHI ? Uang yang blm pernah sampai ke LHI itu ?


  • Lalu sekarang anda usut kantor, mobil dan ruang2 kerja kami -- lalu diikuti premis "jika partai terlibat maka...".


  • Saudaraku.. Saya tahu ada yang ingin PKS bubar dengan delik korupsi-korporasi & bahkan target si A si B si C harus "masuk" sblm lebaran.


  • Saya pun kenal sejumlah orang di sekeliling Anda yang nyata tak suka kepada kami. Baik alasan politis maupun ideologis.


  • Anda bisa lakukan apa saja sesuai tafsir kewenangan dan hukum yang hanya Anda di atasnya. Berakrobat pun mampu Anda lakukan.


  • Sekali kami berupaya mengingatkan kesalahan kecil Anda. Toh kita manusia yang bisa lupa dan keliru? Tapi Anda sebut kami "melawan".


  • Meski akhirnya kami senang krn Anda perbaiki kekeliruan itu. Tp Anda mmg tak ingin merasa "kalah". Anda ingin tetap dilihat hebat.


  • Kali ini Anda datang dengan surat lengkap. Tapi baru kali ini pula Anda dikawal puluhan polisi bersenjata.


  • Saudaraku.. Kenalkan, kami ini gerakan dakwah. Partai hanyalah instrumen saat kami harus juga berjuang secara politik.


  • Harta kami yang sesungguhnya adalah hati, akal dan lisan kami... Yang dulu bergerak leluasa di atas kaki-kaki bersepatu seadanya.


  • Menghampiri manusia di manapun mereka untuk ikuti kebenaran Ilahi dan bangun hidup dalam kebaikan. Hanya hati, akal dan lisan kami!


  • Kalian bisa ambil semua rumah, kantor, mobil dan meja kami. Tapi sekali-kali kalian tak akan bisa rampas hati, akal dan lisan kami.


  • Kalian pun bisa penjarakan siapapun yang kalian kehendaki dari kami. Tapi sekali-kali tak bisa kalian jamah hati, akal & lisan kami


  • Kami akan kagum dan hormat kepada Anda ketika anda berani krn kejujuran. Tegas krn kebenaran.


  • Tapi nurani kami yang kami hidupkan di tengah malam sunyi selalu mengatakan sebaliknya. Ada awan gelap menyelimuti kalian.


  • Tapi kami harus katakan bahwa yang Anda lakukan adalah sunnah dalam jalan dakwah kami. Suatu yang akan selalu terjadi.


  • Sunnah itu akan memperbaiki dan memperkuat jalan dan barisan dakwah kami. Saat kalian sudah hampa wewenang dan kuasa.


  • Meski kalian sakiti kami, namun kami akan tetap mendoakan kalian. Masih panjang perjalanan dan waktu di depan.


  • Kami harus terus berdoa ununtuk kalian. Karena rakyat negeri ini masih menaruh harapan baik kepada Anda. Kami pun begitu.


  • Doa malamku: "Ya Allah Engkau Maha Tahu bahwa hati-hati kami tlah berhimpun atas dasar cinta kepada-MU...


  • "Bersama bangun kebaikan dalam ketaatan kepada-MU. Dan bersatupadu dalam jalan dakwah-MU. Serta berjanji menyebarluaskan syariatmu."


  • "Maka eratkanlah Ya Allah ikatan hati di antara kami. Langgengkan persaudaraannya. Dan tunjuki jalan dakwah kami.."


  • "Dan terangilah jalan kami dengan cahaya-MU yang tak pernah pudar & padam. Lapang dan tentramkan hati kami dengan keutamaan iman kpd-Mu.."


  • "Perindahlah tawakal kami kepada-MU. Hidupkan senantiasa kami dalam ma'rifat kpd-MU. Dan wafatkan kami dalam syahid di jalan-MU.."


  • "Sesungguhnya Engkau-lah tempat perlindungan dan pertolongan bagi kami.. Dan segala puji bagi-MU ya Rabb.."

  • http://www.pkspiyungan.org/2013/05/dana-pks-dari-mana-by-mahfudzsiddiq.html
    4.5
    Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

    Sungguh hari yang dijanjikan-Nya telah datang …

    Farid Nu'man Hasan

    Ayyahul ikhwah.…

    Apa yang kalian rasakan hari-hari belakangan ini? Pada diri kalian dan juga dakwah yang kalian bangun? Jangan katakan ini hal biasa, sebab dakwah adalah pekerjaan luar biasa, dan para du’at juga merupakan golongan manusia luar biasa, maka guncangannya pun juga bukan hal yang biasa-biasa saja! Untuk apa? Surga! Karena surga itu mahal dan sangat indah! Maka, medan yang mesti kalian tempuh, halang rintang yang menghadang, serta musuh yang mesti kalian kalahkan, juga bukan yang biasa-biasa saja; mereka begitu banyak, ganas, buas, kuat, dan tidak pernah lelah. Namun, setelah itu justru pertolongan Allah Jalla wa ‘Ala begitu dekat. Semua tipu daya mereka dan kekuatannya bukanlah apa-apa bagi Allah yang Maha Gagah dan Maha Perkasa (Qawwiyun ‘Aziz).
    Sungguh, kalian bukan orang pertama yang merasakannya … maka tersenyumlah dan berbahagialah, sebab kumpulan orang-orang mulia dan besar telah menanti kalian untuk bersatu dalam barisan mereka. Bukankah ini sebuah kemuliaan bagi kalian?
    Perhatikanlah ketika Rabb kalian telah menceritakan ………
    أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
    Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat. (Al-Baqarah: 214)
    Ayyulah ikhwah….!
    Sungguh hari yang dijanjikan-Nya telah datang …, hari di mana kalian sendiri dan sedikit manusia yang mau mengerti kalian dan menjadi pembela kalian. Sungguh Islam yang kalian bawa membuat kalian menjadi ghurabaa (orang asing, yang tersisihkan) , bahkan di hadapan umat sendiri. Di segala arah dan penjuru, berbagai entitas dan kekuatan tengah menghadang laju, dan melumpuhkan gerak kalian. Segenap bentuk fitnah, dusta, kebencian, dendam, dan amarah bersekutu menjadi satu, dengan tujuan yang sama; lenyapnya kalian.
    Namun percayalah, kalian tidak akan lenyap dengan izin Allah, justru peristiwa itu menambah iman dan ketundukan kalian kepada Allah Jalla wa ‘Ala.
    Bacalah firman-Nya ini:
    وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
    Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (Al-Ahzab: 22)
    Ayyulah ikhwah…
    Inilah zaman itu .., inilah masanya … zaman dan masa di mana yang dusta dipercaya, yang benar didustakan, pengkhianat diberi amanah, dan yang amanah malah dikhianati.
    Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda:
    سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
    “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya: “Apakah Ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh namun dia membicarakan urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah No. 4036, Ahmad No. 7912, Al-Bazzar No. 2740 , Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin No. 47, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 8439, dengan lafaz: “Ar Rajulut Taafih yatakallamu fi Amril ‘aammah – Seorang laki-laki bodoh yang membicarakan urusan orang banyak.” Imam Al-Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Imam Adz-Dzahabi juga menshahihkan dalam At-Talkhis-nya)
    Inilah zaman itu … zaman di mana manusia selalu membicarakan dan menyampaikan apa yang didengarnya, tak peduli benar atau salah, fakta atau dusta, … dan perilaku itu cukuplah disebut sebagai pendusta. Dengarkanlah nasihat dari lisan yang paling mulia …

    كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع
    Cukuplah seseorang disebut berdusta jika selalu menceritakan apa-apa yang didengarkannya. (HR. Muslim No. 5)
    Duh .. media dan wartawan, pernahkah engkau membaca hadits ini?
    Wahai ikhwah…
    Apa yang kalian sedihkan? Apa yang kalian keluhkan terhadap mereka? Jika kalian tidak memiliki media, TV, koran, majalah, dan berita online, untuk melawan gelombang kekejian ahlul fitnah, maka kalian masih memiliki iman untuk bisa membedakan mana kebohongan dan mana kejujuran, mana kebenaran dan mana kebatilan. Kalian masih memiliki ukhuwah yang menjadi benteng kokoh untuk menghadang mereka. Kalian masih memiliki banyak ladang amal shalih untuk menggapai khairun naas anfa’hum lin naas….
    Katakan kepada mereka, “Turunkan semua media yang kalian punya, panggilah investor-investor kalian, dan gelontorkan semua dana yang kalian miliki untuk tujuan kalian itu ……….., tetapi itu semua kecil dan bukan apa-apa bagi kami -Insya Allah, sebab kami terbiasa berjuang dalam keadaan sudah dan kekurangan, walaupun untuk menghadapi lawan dan pendengki yang lebih besar dari kalian …, sebab kami selalu bersandar kepada Allah Yang Maha Besar!”

    Ikhwah … hari ini, kalian begitu berharga ….
    Di saat kalian tidur, makan, shalat, tilawah, menghadiri halaqah-halaqah tarbawiyah dan ta’limiyah dan sebagainya … justru mereka sibuk mencari-cari kesalahan kalian, mereka lelah, sakit, takut, dan sempit dada, karena menghabiskan waktu dengan tujuan menjatuhkan kalian … perhatian mereka yang begitu besar untuk melukai kalian adalah bukti betapa besar perhatian mereka terhadap kalian. Bukankah ini juga sebuah kemuliaan? Kalian begitu berharga bagi mereka sehingga mereka tidak mau kehilangan momen untuk menjatuhkan kalian, dari dekat atau jauh. Kalian sakit dan lelah? Mereka juga merasakannya! Maka, jangan lemah ketika menghadapi mereka, karena kalian masih mending sebab masih ada Allah Taala menjadi tumpuan harapan ….
    Allah Taala menasihati kita semua …
    وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
    Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap kepada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa: 104).
    Maka, tetaplah beriman bukan bermain … teruslah belajar bukan menghajar …. teruslah bekerja untuk manusia walau dikerjain orang lain … jadilah seperti pohon, walau manusia menimpukinya dengan batu tapi pohon tersebut membalas mereka dengan buah-buahan segar .. Jadikanlah Allah Ta’ala sebagai tempat berbagi kalian, sebelum selain-Nya …

    Wallahu A’lam wa Lillahil ‘Izzah wa lirasulihi wal mu’minin


    *Sumber: dakwatuna
    http://www.pkspiyungan.org/2013/05/ikhwah-hari-ini-kalian-begitu-berharga.html 4.5 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

    Agar Do'a Makbul





    Pada suatu hari Saad bin Abi Waqqas bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, doakan aku kepada Allah agar aku dijadikan Allah orang yang makbul doanya." Rasulullah menjawab, "Hai Saad, makanlah yang baik, (halal) tentu engkau menjadi orang yang makbul doanya. Demi Allah yang memegang jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang yang pernah melemparkan sesuap makanan haram ke dalam mulutnya (perutnya), maka tidaklah akan dikabulkan doanya selama selama 40 hari. Siapa saja manusia yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram, maka nerakalah yang berhak untuk orang itu." (HR. Alhaafidh Abubakar bin Mardawih dikutip oleh Alhaafidh Ibnu Kathin dalam tafsirnya).

    Sudah lelah rasanya berdoa dan memunajat, namun mengapa Allah tidak pula memperkenankan. Permohonan dan permintaan tidak pula Dia kabulkan. Kadang kecewa dan putus asa bila demikian adanya. Bahkan timbul penilaian, Allah telah ingkar janji dengan perkataan-Nya sendiri. Padahal Dia telah menyatakan, "Ud'uunii astajiblakum", berdoalah kepada-Ku, niscaya Ku-kabulkan. Tapi mana buktinya! Inilah ucapan orang-orang yang tidak pernah mempelajari Al-Qur'an dan Al Hadits. Mereka tidak mengerti bahwa berdoa itu tidak dikerjakan secara sembrono dan sembarangan, tetapi perlu adab-adab dan syarat-syarat tertentu. Mereka menganggap berdoa itu pekerjaan yang sepele dan gampang. Sehingga mereka sering meremehkan dan akibatnya doa tak pernah terkabulkan. Kemudian timbul persangkaan buruk kepada Allah. Jadi, apa yang menyebabkan doa tidak dikabulkan? banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak dikabulkan? Banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak diperkenankan Allah. Sudahkan kita menghindari perut kita dari makanan dan minuman yang diharamkan Allah? Bila masih tatap saja perut kita terisi dengan hal-hal yang haram, tentulah doa yang kita panjatkan tak pernah Allah kabulkan.
    Sesuap makanan saja, akan mengakibatkan doa kita selama 40 hari tidak terkabul, apabila bila makanan haram yang masuk ke perut kita lebih dari sesuap bahkan berkali-kali sehingga tak terhitung lagi, sudah tentu sampai matipun kita berdoa, Allah tak akan mengabulkannya. Untuk itu agar doa dikabulkan Allah, perlu pengetahuan dalam tata cara berdoa yang diberitakan Rasulullah. Bagaimana sunnahnya agar permohonan dan permintaan diperkenankan.
    Langkah pertama, hindari perut dari kemasukan barang-barang haram. Jangan sampai sesuap pun makanan haram yang kita telan. Jangan setegukpun minuman haram yang kita minum. Selektiflah dalam memilih makanan, yang meragukan sebaiknya ditinggalkan. Pilih saja makanan atau minuman yang benar-benar halal dan baik. Allah berfirman, "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. al-Baqarah : 168) Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kita kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Bila kita selalu taat kepada Allah dan dalam mengarungi kehidupan ini senantiasa berada dalam kebenaran, tentulah segala apa yang kita mohon, kita panjatkan, dan kita minta pastilah Allah akan mengabulkannya.
    "Aku mengabulkan mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaku maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka berikan kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. al-Baqarah :186) Langkah kedua, Karena doa ini pekerjaan yang agung dan sangat utama, sebagai inti ibadah, maka dalam pelaksanaannya harus khusyu'dan serius tidak dengan main-main. Usahakan dalam berdoa ini dengan penuh keyakinan, penuh harap dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, dengan keimanan, dan tahu akan hakikat yang diminta. Allah telah menyatakan, "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut .." (QS. al-A'raf : 55)
    Langkah ketiga, mengetahui waktu-waktu doa dikabulkan. Walaupun berdoa ini bisa dilakukan sembarang waktu, namun ada waktu-waktu yang memang disunnahkan. Insya Allah pada waktu-waktu ini segala doa akan diperkenankan dan dikabulkan. Ditengah malam yang sunyi dimana orang-orang terlelap dengan tidurnya, ditemani mimpi-mimpi, kita terjaga, berdiri, ruku', sujud, dan memunajat kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan dan penuh harap, tentulah Allah akan mendengar dan memperkenankan ratapan, permintaan, dan permohonan kita.
    Di akhir-akhir shalat fardhu, di waktu tahiyyat akhir (sebelum), adalah waktu-waktu yang sangat tepat untuk berdoa. Doa apa saja, yang mengarah pada kebaikan, tentu Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW ditanya, "Pada waktu apa doa manusia lebih didengar Allah?" Lalu Rasulullah menjawab, "Pada tengah malam, pada akhir tiap shalat fardhu." (Mashabih Assunah).
    Selain tengah malam dan akhir shalat fardhu, ada juga waktu-waktu yang dimakbulkan doanya sudah tidak diragukan lagi, dan ini pun merupakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Seperti di sepertiga malam sampai fajar, diantara adzan dan iqamat, di waktu sujud, di bulan Ramadhan, dan di malam lailatul qadar.
    Langkah keempat, orang-orang tertentu yang dikabulkan doanya. Walaupun setiap orang yang berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan memenuhi persyaratan-persyaratannya akan dikabulkan, namun ada orang yang doanya dijamin diperkenankan Allah. Setiap ratapan doanya didengar dan dikabulkan. Segala permintaan dan permohonannya mesti diberikan tanpa terkecuali. Allah ridha kepada mereka dan begitu menaruh perhatian yang sangat. Allah istimewakan mereka, karena pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada tara, akhlak yang mulia dan juga ketabahannya dalam menapaki kebenaran.
    Allah istimewakan kedua orang tua yang mengasuh, mendidik, dan menafkahi anaknya dengan penuh kasih sayang. Mereka bimbing anaknya menuju jalan yang diridhai Allah, sampai usia anak dewasa. Orang tua seperti inilah yang segala permintaan dan permohonannya dikabulkan.
    Musafir yang bepergian untuk maksud baik dan tujuan mulia, orang yang menolong orang lain yang dalam kesempitan, seorang muslim yang mendoakan teman-temannya yang tidak hadir, dan orang shalih, doanya akan diperkenankan dan dikabulkan Allah SWT. Seperti halnya orang tua yang mangasuh anaknya tadi.
    Di samping orang-orang yang telah disebut di atas yang dikabulkan doanya, ada juga doa orang-orang yang diangkat Allah ke atas awan, dibukakan pintu langit, dan Allah tidak menolak doanya, yaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, penguasa yang adil dan orang yang teraniaya.
    "Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)
    Dari rangkaian ulasan tentang doa di atas, nyatalah bahwa berdoa itu tidak sembarangan dan main-main, tapi memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi, sehingga janji-janji Allah yang akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya akan menjadi kenyataan. namun harus diingat bahwa Allah dalam mengabulkan doa seseorang hamba, ada yang langsung terkabul di dunia, ada yang ditabung sampai di akhirat, dan ada pula diganti dengan mencegahnya dari bencana.
    "Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa." (HR. Atthabrani).
    4.5 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

    Misi hidup Dalam Sebuah Kerja

    Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah.

    Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga
    sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, "Bisa
    numpang makan dan beli sedikit sabun." Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit? Sekali lagi ia terkekeh, "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli?
    Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?" katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.

    Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah
    kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana
    wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia,
    adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah
    beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini
    menjadi lembut bahkan mengobati luka.

    Bukankah demikian tugas kita dalam kerja: menghadirkan secercah
    kesejahteraan bagi sesama.
    4.5

    Riya Lebih Tersembunyi Daripada Rambatan Semut


    Pengantar:
    Duhai betapa beruntung pembaca e-mail ini dan betapa rugi penulisnya. Antum mendapatkan air jernih darinya sementara penulisnya mendapat air keruh. Tapi inilah perdagangan yang saya tawarkan. Bila hati pembaca lebih bersih maka itulah yang diharapkan, dengan tanpa terkotorinya hati penulis tentunya. Bila yang terjadi adalah sebaliknya maka Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah tempat meminta pertolongan, dan segala kebaikan yang ada berasal dari Allah Yang Maha Tunggal semata.
    Al-'alamah Ibnu Qudamah memberikan uraian tentang Riya', Hakekat, Pembagian dan Celaannya, termasuk keterangan riya' yang menggugurkan amal dan yang tidak, obat dan cara mengobati riya' dan sebagainya. Uraiannya yang berdasar keterangan dari qur'an dan sunnah cukup jelas, dapat membuat takut orang yang terlalu beharap hingga meremehkan dan memberikan harapan kepada orang yang terlalu takut. Berikut ini saya kutipkan beberapa paragraf dari nasehat beliau yang bisa di jadikan perhatian agar kita bisa hati-hati, karena ini masalah hati. (ALS)

    Ketahuilah bahwa kata riya' itu berasal dari kata ru'yah (melihat), sedangkan sum'ah (reputasi) berasal dari kata sami'a (mendengar). Orang yang riya' menginginkan agar orang-orang bisa melihat apa yang dilakukannya.
    Riya' itu ada yang tampak dan ada pula yang tersembunyi. Riya' yang tampak ialah yang dibangkitkan amal dan yang dibawanya. Yang sedikit tersembunyi dari itu adalah riya' yang tidak dibangkitkan amal, tetapi amal yang sebenarnya ditujukan bagi Allah menjadi ringan, seperti orang yang biasa tahajud setiap malam dan merasa berat melakukannya, namun kemudian dia menjadi ringan mengerjakannya tatkala ada tamu di rumahnya. Yang lebih tersembunyi lagi ialah yang tidak berpengaruh terhadap amal dan tidak membuat pelaksanaannya mudah, tetapi sekalipun begitu riya' itu tetap ada di dalam hati. Hal ini tidak bisa diketahui secara pasti kecuali lewat tanda-tanda.
    Tanda yang paling jelas adalah, dia merasa senang jika ada orang yang melihat ketaatannya. Berapa banyak orang yang ikhlas mengerjakan amal secara ikhlas dan tidak bermaksud riya' dan bahkan membencinya. Dengan begitu amalnya menjadi sempurna. Tapi jika ada orang-orang yang melihat dia merasa senang dan bahkan mendorong semangatnya, maka kesenangan ini dinamakan riya' yang tersembunyi. Andaikan orang-orang tidak melihatnya, maka dia tidak merasa senang. Dari sini bisa diketahui bahwa riya' itu tersembunyi di dalam hati, seperti api yang tersembunyi di dalam batu. Jika orang-orang melihatnya, maka bisa menimbulkan kesenangannya. Kesenangan ini tidak membawanya kepada hal-hal yang dimakruhkan, tapi ia bergerak dengan gerakan yang sangat halus, lalu membangkitkannya untuk menampakkan amalnya, secara tidak langsung maupun secara langsung.
    Kesenangan atau riya' ini sangat tersembunyi, hampir tidak mendorongnya untuk mengatakannya, tapi cukup dengan sifat-sifat tertentu, seperti muka pucat, badan kurus, suara parau, bibir kuyu, bekas lelehan air mata dan kurang tidur, yang menunjukkan bahwa dia banyak shalat malam.
    Yang lebih tersembunyi lagi ialah menyembunyikan sesuatu tanpa menginginkan untuk diketahui orang lain, tetapi jika bertemu dengan orang-orang, maka dia merasa suka merekalah yang lebih dahulu mengucapkan salam, menerima kedatangannya dengan muka berseri dan rasa hormat, langsung memenuhi segala kebutuhannya, menyuruhnya duduk dan memberinya tempat. Jika mereka tidak berbuat seperti itu, maka ada yang terasa mengganjal di dalam hati.
    Orang-orang yang ikhlas senantiasa merasa takut terhadap riya' yang tersembunyi, yaitu yang berusaha mengecoh orang-orang dengan amalnya yang shalih, menjaga apa yang disembunyikannya dengan cara yang lebih ketat daripada orang-orang yang menyembunyikan perbuatan kejinya. Semua itu mereka lakukan karena mengharap agar diberi pahala oleh Allah pada Hari Kiamat.
    Noda-noda riya' yang tersembunyi banyak sekali ragamnya, hampir tidak terhitung jumlahnya. Selagi seseorang menyadari darinya yang terbagi antara memperlihatkan ibadahnya kepada orang-orang dan antara tidak memperlihatkannya, maka di sini sudah ada benih-benih riya'. Tapi tidak setiap noda itu menggugurkan pahala dan merusak amal. Masalah ini harus dirinci lagi secara detail.
    Telah disebutkan dalam riwayat Muslim, dari hadits Abu Dzarr Radliyallahu Anhu, dia berkata, "Ada orang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang orang yang mengerjakan suatu amal dari kebaikan dan orang-orang memujinya?" Beliau menjawab, "Itu merupakan kabar gembira bagi orang Mukmin yang diberikan lebih dahulu di dunia."
    Namun jika dia ta'ajub agar orang-orang tahu kebaikannya dan memuliakannya, berarti ini adalah riya'.
    Dipetik dari: Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy , "Muhtashor Minhajul Qoshidin, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk", penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 271-286. 

    Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy (Ibnu Qudamah)