Mutiara yang Kurindu


Ingin selalu kutuliskan untukmu
Puisi-puisi putih
Persembahan dari jiwaku
Bagian dari untaian ibadahku
Ingin selalu kutulis puisi yang jujur
Tanpa kemulukan kata di dalamnya
Karena hanya dengan kejujuran
Aku bisa ikhlas bersujud dan memuja-Nya
Bersamamu.. Suamiku..

Suamiku..
Kudambakan sesuatu yang sederhana darimu
Agar puisi-puisi yang kutuliskan untukmu
Bisa menjadi suara-suara dan cita-cita hidup yang sederhana
Sebab apalah arti kemewahan yang gemerlap
Jika hanya akan mendekatkan jiwaku pada kehidupan fana
Dan memalingkanku dari kehidupan yang sejati dan baka

Wahai suamiku..
Kebahagiaan yang kau berikan kepadaku
Hendaklah mampu membawa kita ke jalan cahaya, jalan-Nya
Bagiku, di dalam kegelapan kebahagiaan tak akan punya makna
Bagiku, kebahagiaan pun mutiara hikmah dari jiwa berjiwa

Mutiara itulah lambang dari restu Illahi
Yang senantiasa kurindu dalam hidupku

Sumber : Facebook Shinzy Azzura RumahJahit
 
4.5 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

# Tentukan jalan jika jatuh cinta


Antara 2-H: Halal (yang sah) atau Hilang (dari pikiran)-

-Panah cinta melesat sebelum busurnya ditarik

Demikianlah cinta asmara, dia kebanyakan berbuah sebelum waktu panennya. Dia bukan mendahului takdirnya, akan tetapi lingkungan dan perubahan zamanlah yang membuat seperti ini.

Mudahnya laki-laki dan wanita bercampu-baur. Gampangnya mereka bertemu dan bertatap muka.

Sehingga tabiat dan jiwa manusia yang butuh akan perhatian lawan jenis dan hakikat manusia yang mudah tertarik dengan lawan jenis, ditambah lagi hati manusia yang lemah akan cinta.

Ini semua membuat panah cinta melesat sebelum busurnya ditarik.

Okelah, jika sudah tiba saatnya, maka tidak mengapa. Bisa segera ia halalkan. Akan tetapi terkadang waktu halalnya tidak sepanjang galah.

Ia masih panjang, sepanjang hulu yang ingin mencapai hilirnya. Jangan salahkan syariat yang seolah-olah mengurung hati yang sudah jatuh cinta itu dalam periuk yang tertelungkup dan kemudian terkekang terbelenggu.

Akan tetapi salahkanlah manusianya yang memang sudah jauh dari ajaran Islam dan hampir mendekati kiamat.

Syariat sudah mengultimatum agar laki-laki tidak sebegitu mudah bersua dengan wanita, dan begitu juga wanita agar tidak bermudah-mudah berinteraksi dengan laki-laki dalam hal yang tidak perlu.

Bagi yang peduli terhadap agama yang mulia ini. Maka panah cinta ini adalah siksaan, dia tahu bahwa ini adalah luka yang segera harus disembuhkan.

Akan tetapi tidak mudah mencabut panah cinta seperti ini, karena panah cinta kebanyakan mempunyai kait-kait di ujungnya.

Jika ditarik paksa maka akan merobek dan mengoyak daging sehingga luka semakin besar dan parah.

-Raehanul Bahraen-

Selengkapnya ěž:
https://muslimafiyah.com/terlanjur-mencintai-tetapi-belum-mampu-menikahi.html
4.5
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Ego ....!!


Ego manusia selalu mengatakan kalau ia serba sempurna. Tidak ada cacat. Tidak ada noda. Semua bagus. Kalau ada orang yang menilai lain, pasti si penilai yang teranggap salah.

Begitu pun yang mungkin terjadi dalam diri seorang mukmin...
Dengan penuh percaya diri, ia yakini kalau semua langkahnya sempurna. 
Tidak ada yang salah. Yang salah adalah jika ada yang menganggapnya salah.
Dalam sudut pandang Islam, manusia adalah tempat salah dan lupa.
Jadi, akan ada saja kemungkinan kalau seorang mukmin pun bisa khilaf.
Kalau seorang ulama pun bisa salah. 
Kalau seorang pemimpin pun bisa kepeleset. 
Saat itu, ia butuh teguran sebagai cermin yang bisa menyadarkan.
Rasulullah mengatakan, “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (HR. Al-Bukhari)
 Sumber : Ummu Faqihah - https://www.facebook.com/ummahat.cerdas
 
4.5
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Ketika Anak Bertanya...?


Wahai ayah, jika wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Lalu mengapa masih ada yang wanita atau lelaki yang berjodoh dengan orang yang sebaliknya?"


"Anakku, apakah kamu ingin ayah menjawabnya?"

"Ya, tentu saja ayah"

"Jawabannya sederhana"

"Sederhana? Apakah jawabannya, ayah ?"

"Wallahua'lam bishawab"

"Wallaua'alam bishawab?"

"iya anakku sebab Allah itu Maha Bijaksana. Ia mengetahui kebaikan-kebaikan yang lebih besar yang tak terjangkau akal manusia....

...anakku. Dalam sebuah pernikahan itu ada ujian maka bisa jadi itu adalah ujiannya. Dan sesiapa yang bisa melewatinya dengan baik dengan cara yang baik, In syaa Allah pahala mengalir kepadanya. Bukankah itu kemulian di sisi Nya? Kecuali..."

"kecuali? Kecuali apa ayah?"

"Kecuali dahulunya mereka menikah karena mengejar kemulian, harta, martabat keturunan. Tentang ini Rasulullah telah memperingatkannya bukan?"

"Iya ayah. Ananda sekarang paham."

"Anakku, jangan khawatir atas apa-apa yang belum menimpamu. Yakinlah bahwa suatu saat kelak engkau akan dapat orang yang sholeh dengan syarat kau juga harus jadi orang yang sholehah..."

....anakku, ingatlah juga bila suatu saat calon suamimu ilmu agamanya kurang tinggi itu bukan berarti dia bukan orang yang sholeh. Karena ada kalanya seseorang mencapat derajat sholeh itu bukan karena ilmunya yang tinggi. Ia mencapai derajat tinggi di sisi Nya bisa jadi karena kejujurannya dalam berdagang, tidak pernah buruk sangka kepada saudara, pituturnya yang baik atau bahkan ibadahnya yang lain yang tersembunyi dari pandangan manusia."

"Baik ayah. Nanda akan megingat nasehat ayah"

‪#‎LanjutBacaBuku‬

Sumber : Fb Bintang Polaris
 4.5
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Salam itu Penting...


Doa yg tulus berbanding lurus dengan usaha yg ikhlas.

Mengucapkan salam atau menjawab salam merupakan manifestasi rasa syukur & dapat mengikis kesombongan. #Psikologi #Islam
Nah, sahabat semua harus bisa tuh menjelaskan kok salam itu penting seh. Tampak biasa aja tuh bu.. Bahas pelan-pelan yuk..

Saya ingat guru saya pernah berkisah: syarat surga itu IMAN ~ Orang-orang beriman itu saling CINTA ~ Salah satu bentuk cinta mengucap SALAM
Menebar SALAM sesama muslim itu dapat membuat saling CINTA? Betul. Itu salah satu caranya.
Dalam salam itu ada nama Allah ; "As-Salam" ~ Jadi "Assalaamu ‘alaik" ~ Bisa dimaknai Allah bersamamu.
"As-Salam" ~ "as-Salamah" ~ Dimaknai Selamat dari aib & kekurangan
Selamat ~ Jadi "Keselamatan selalu menyertaimu"
Salam bisa dimaknai "Moga Allah bersamamu hingga keselamatan selalu menyertaimu"
Hubungan sama Psikologi apa buukkk?? hehehehe... ini baru mau kesana.. :)
Hubungannya sama rasa syukur & kesombongan apa buuukkk? Iyaaaa... Sabar dikit dong... Ini sambil gendong si kecil bobok... :)
Salam itu kan Doa, Dalam Doa kan ada Harapan Betul?
Tapi kan banyak orang gak tau artinya salam buuk? Betul.

Punya rekaman Surat Al-Fatihah? Misalkan diputar itu 10000x sehari. :) Bosan? Tidak mungkin!
Bandingkan! Putar rekaman lagu Favoritmu, yg melow itu.. :) Putar 10000x sehari! Muntah bosan pasti!

Seorang sahabat yg juga scientist pernah berkisah: Kalimat-kalimat di Al-Quran itu ada daya magisnya Biarpun gak paham tapi Otak terpengaruh
Di Ilmu Psikologi dikenal "Self-fulfilling prophecy". Wehh.. Ada hubungannya toh? Ada! Al-Quran itu sumber Ilmu yaa. :)
"Self-fulfilling prophecy" Apa itu?
Harapan positif atau negatif tentang keadaan, situasi atau seseorang. Hal ini mempengaruhi perilaku seseorang agar harapan itu terwujud.
Contoh nih, Bila sahabat anggap saya pelit. Sahabat akan memperlakukan sy seperti orang pelit. Sehingga bisa jadi sy Pelit betulan. hehe

Saya kembali ke SALAM tadi..
Saat mengucap salam kita BERHARAP orang lain selalu selalu bersama Allah sehingga keselamatan yg bersangkutan terjaga.
Orang yang BERHARAP orang lain mendapatkan "KESELAMATAN", pastilah orang yg sudah/ingin bersyukur atas keadaannya (yg selamat). #Psikologi
Orang yang BERHARAP orang lain mendapatkan "KESELAMATAN", pastilah menghargai orang lain seperti dia berharap utk dihargai (tdk sombong).
Jadi... Yuk kita menebar SALAM agar kita saling MENCINTAI. Belajar bersyukur & mengikis kesombongan.

Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Rr. Dwi Estiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Sumber : @estiningsihdwi

Note Sahabat : Paksaan itu Perlu...

Sejenak

jadikanku kupu-kupu yang terbang melayang
di angkasa takwa-Mu
agar setiap kepakan iman ini
slalu berpacu pada-Mu
dalam cinta pada-Mu

sejenak,
ku buka catatan kusam berdebu, meski membuat gatal di hidung tapi ku tetap menyukainya.
huft.... ada yang hilang dari episode perjalanan ini. melangkah ke arah kedewasaan, tp sampai saat ini aku belum cukup dibilang dewasa. hey.....bukankah kau penyuka anak2? hingga seolah-olah tingkahmu pun layaknya anak2? melompat kesana, melompat ke sini, usil, jail, ngupil, atau tingkah yang tak karuan yang membuat orang disekitarmu (kemungkinan) malu jika harus mengajakmu ke suatu hal yang serius. bukankah kau juga suka memanggil "mbak" kepada mereka yg berkrudung besar?
hmmmm....ya setidaknya orang dewasa pun juga tak semestinya melupakan masa kanak-kanaknya..

* catatan kelas 1 SMA
- ruas waktu = ruas batang monokotil (terinspirasi saat di SMP mapel bio, pertumbuhan sekunder)

- kegagalan bermula dari ketidakpercayaan diri

- setiap orang memiliki kelebihan dan keunikan, tapi terkadang kita telah menyerah sebelum mengenal apa keunikan diri kita

- Allah memberi kita 2 mata, 2 telinga, 2 tangan, 2 kaki, tapi satu mulut dan satu hati (renungkanlah).
hati, penglihatan, dan pendengaran kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

- motivasi itu ada di hati, jadi jika ingin sukses tata hati dulu. hati yang lebih rendah akan lebih mudah terisi

- yang terberat itu sejatinya bukan pada seberapa besar masalah, tapi lamanya masalah itu.

- mengeluhlah, maka hari ini kau tak akan dapat apa-apa plus kehilangan banyak energi untuk hal yang sia-sia, padahal esokpun harus punya energi baru.

- nilai -> #abstrak yang dimaterikan denga angka, sehingga orangpun kemudian cuma akan mengejar angka, bukan nilai yang sesungguhnya (bak buih, terlihat besar tapi kosong)

- Islam mengajarkan berani kritis dan berbeda dengan nenek moyang. artinya mereka yang melakukan perubahan (al a,raaf 173)

- setiap orang diciptakan dengan kelemahan dan kelebihan. maka jangan kau lihat kelemahanmu tetapi tetap kejarlah kelebihanmu

- hidup adalah pilihan, dan setiap orang berhak menentukan pilihan. karena ku yakin setiap pilihan yang ia pilih, selalu memiliki alasan mengapa dia memilih

- hidup itu perlombaan
 bagai sssang singa, di sore hari ia terbangun, sadar bahwa ia harus berlari lebih cepat dari rusa yang paling lambat. karena jika tidak, ia akan mati kelaparan.
sedang sang rusa pun terbangun, sadar bahwa iapun harus berlari lebih cepat dari singa yang tercepat. karena jika tidak, dia akan mati menjadi mangsa.
lalu siapakah kita, sang singa atau sang rusa ?
baik singa atau rusa, intinya adalah berlari cepat dan cepat......

- jangan hanya bersahabat dengan buku. hidup itu tidak di kertas

-lihat !! mawar berduri atau duri yang berbunga indah?

- Allah tak menciptakan kejahatan.
seperti dingin, dingin ada karena tak ada kalor, begitu juga kejahatan, ada karena tak ada kebaikannya (kebenarannya) sama sekali. karena Allah tak maha jahat ..Wallahu a'lam

- jadikanku kupu-kupu yang terbang melayang
di angkasa takwa-Mu
agar setiap kepakan iman ini
slalu berpacu pada-Mu
dalam cinta pada-Mu

- paksaan itu perlu, bahkan muhammad diutus jadi rasul pun "dipaksa".
aku yakin, jika kalian pulang pun akan ada penyesalan meski sedikit. (episode perjalanan saat adek2 kebumen hampir menyerah)

@terserak di bloknote kecil warna biru....

disadur : judul...Sejenak...Hary Be Right on Facebook
 

Find : @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Agenda #Ramadhan...

Menjelang bulan Ramadhan....
JADUAL HARIAN SEORANG MUSLIM DI BULAN RAMADHAN
3.00 pagi Bangun Berdoa kepad ALLAH dengan doa : Segala puji bagi
ALLAH yang telah menghidupkan aku setelah DIA mematikan aku dan kepadaNYAlah
aku akan dikembalikan. Berniatlah untuk melaksanakan sebanyak-banyak kebaikan
hari itu. Mandi dan membersihkan diri. Mengambil wudhu dan memakai
pakaian yang suci untuk beribadah, berwangi-wangian.
3.20 pagi Solat Sunat Taubat Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat taubat 2 rakaat
kerana ALLAH Taala. Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah
Al-Kafirun, rakaat kedua selepas Al-Fatihah baca surah Al-Ikhlas.
Selepas sembahyang, angkatlah tangan memohon ampun
kepada ALLAH. Menangislah menyesali dosa-dosa.

Solat Sunat Tahajjud
Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat tahajjud 2 rakaat kerana ALLAH Taala.
Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah Al-Kafirun,rakaat kedua selepas Al-Fatihah baca surah Al-Ikhlas.
Selepas sembahyang, angkatlah tangan berdoa kepada ALLAH.

Solat Sunat Hajat
Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat hajat 2 rakaat kerana ALLAH
Taala.
Selepas Al-Fatihah rakaat pertama baca ayatul Kursi 1 kali. Selepas
Al-Fatihah rakaat kedua baca surah Al-Ikhlas 11 kali. Ketika sujud
terakhir baca 11 kali dan sertakan di dalam hati segala hajat-hajat
kita.

Solat Sunat Witir Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat witir 2
rakaat
kerana ALLAH
Tagt;
7.00 pagi Membuat persiapan ke tempat kerja.
Melangkah ke tempat kerja dengan membaca Bismillah dan doa kepada
ALLAH
agar
semua aktiviti kita diberkatiNYA.
Sentiasa berselawat kepada Rasulullah SAW sama ada menyebutnya atau
di
hati.
Banyakkan istigfar/meminta ampun. Melaksanakan kerja dengan
bersemangat dan penuh bertanggungjawab. Datangkan rasa bahawa ALLAH
sentiasa memerhati
kerja-kerja yang di lakukan dan yakinlah DIA akan membalas segala
kebaikan yang kita buat.

10.00 pagi Sembahyang Sunat Dhuha Ia adalah sumber rezki yg berkat
kalau
istiqamah diamalkan.
Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat dhuha 2 rakaat kerana ALLAH
Taala.
Penuhi masa rehat tengahari dengan menambah ilmu atau membaca
Al-Quran.
Elakkan sungguh-sungguh dari melakukan dosa walaupun kecil dan
perkara
yg
sia-sia.
Contoh dosa-dosa : mengumpat mengutuk, menyindir yang menyakitkan
orang,
bergaul bebas tanpa menjaga syariat seperti berbual dengan bukan
muhrim
mengenai perkara yang tiada sangkut paut dgn kerja.
12.45 tgh Bersiap untuk solat Zohor.
Menunggu waktu bersembahyang dengan berselawat. Solat Zohor
berjemaah.
Laksanakan juga solat sunat Rawatib Bersujud. Syukur
setelah selesai sembahyang sunat dan wirid sebagai berterima kasih
kepada ALLAH yg memberi kita nikmat besar dapat menyembahNYA.

4.15 ptg Bersedia untuk solat Asar.
Solat Asar berjemaah. Laksanakan juga solat sunat Qabliyah.
Bersujud syukurlah setelah selesai sembahyang sunat dan
wirid sebagai berterima kasih kepada ALLAH yg memberi kita nikmat
besar dapat menyembahNYA.

5.30 ptg Membeli barang-barang keperluan berbuka dan sahur Tanpa
berlebih-lebih. Ingatlah walaupun syaitan dirantai tetapi nafsu
masih
ada
dlm diri kita !!!
6.30 ptg Memperbanyakkan doa sebelum berbuka.
Kerana di waktu itu adalah masa yang mustajab doa. Ingatlah sabda &
fadhilatnya amat besar.
Bacalah Al-Quran dengan penuh tawadhuk, seeloknya baca dengan
bertadarus ( berkumpulan bergilir-gilir, seorang baca, yang lain
menyemaknya), cuba khatamkan membaca Al-Quran paling kurang satu
kali sepanjang ramadhan.
Kebanyakan imam-imam besar mengkhatamnya dua kali dalam sehari (60
kali sebulan Ramadhan)
11.00 mlm Memperbanyakkan istigfar sebelum tidur. Berniatlah utk
puasa esok hari dgn berniat :
Sahaja aku berpuasa hari esok untuk menunaikan puasa ramadhan yg
wajib ke atasku , tahun ini kerana ALLAH Taala. ( JANGAN LUPA!!!) Tidur awal
agar dapat bangun utk beribadah. Bacalah doa sebelum tidur Dengan namaMU
Ya ALLAH! Aku hidup dan mati. Ingatlah tidur adalah mati yg sementara,
kemungkinan kita dipanggil ALLAH ketika tidur.
 Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Politik Neolib #Liberalisasi total....


Rudyno Nasrial

Berikut hasil kerja ekonom2 dan politikus #neolib :


1. Cabut subsidi #bbm, dengan dalih banyak org kaya yg nikmatin subsidi,hmm kalo subsidinya salah sasaran orgnya yang dibenerin,ya sasaran orgnya siapa. Ada pula yg berteori subsidi bbm yg juga dinikmati rakyat kecil menghambat perkembangan energi alternatif,lahh??
2. Liberalisasi perguruan tinggi negeri,akibatnya rakyat kecil dulu masi berani bermimpi kuliah di ui,itb,ugm,its,stan,sekarang uda keburu takut duluan denger uang pangkal. Lagi2 dg dalih yg banyak masuk ptn tu org kaya.
3. Liberalisasi pasar,akibatnya menjamur shopping mall,indomart,alfamart,giant,hypermart yang jaraknya ga nyampe satu km. Dulu,org mau usaha warung kelontong atau kaki lima masi sanggup dan berani nyekolahin anak sampe perguruan tinggi. Lagi2 dg dalih indonesia harus mengikuti aturan wto dan bersaing secara fair dengan pengusaha asing,hufff
4. Liberalisasi agama,pemerintah membiarkan aliran sesat dan pendirian rumah ibadah ilegal,ataupun bermasalah.
5. Liberalisasi kesehatan,rumah sakit swasta mahal berjamuran,rumah sakit negri ikut2an mahal,atau mengikuti pola pelayanan rs swasta mahal,rakyat miskin hanya boleh masuk posyandu atau poliklinik,kalo mau masuk rumah sakit mikir3 dulu,alhamdulillah masi banyak elemen masyarakat yg secara swadaya melakukan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,termasuk ormas2 islam macam fpi juga loh (ormas dan partai lain juga ada termasuk pks). Lantas dimana pemerintah??
6. #Liberalisasi jurnalisme,berjamuran media yg membawa agenda masing2,entah agenda politik,ekonomi,ideologi. Wartawan hanya mengejar "berita dan rating",akibatnya distorsi informasi, dan masalah sosial hanya "diperbincangkan",rakyat terbuai dg analisa politik,lantas lupa lagi dg masalah sebenarnya.
rakyat dipaksa kufur dan fakir sekaligus?? Semoga tidak, aaamiinnn
http://www.pkspiyungan.org/2013/06/menghasut-si-miskin-dengan-menyalahkan.html#
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

9 solusi tanpa menaikkan #bbm!!

  by @MahfudzSiddiq
Ketua DPP PKS


Terkait isu rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, yuk berimajinasi dgn " #AndaiSayaPresiden "....

Saya akan tanya menteri ESDM kenapa tak mampu kendalikan konsumsi bbm bersubsidi?

Saya akan tanya menteri perdagangan kenapa penjualan kendaraan bermotor pribadi tak terkontrol?

Saya akan tanya menteri perindustrian kenapa ada insentif untuk produksi massal mobil murah?

Saya akan tanya menteri perhubungan kenapa moda transportasi massal gak dikembangkan?

Saya tanya lagi menteri perhubungan kenapa jalur dan sarana transportasi-distribusi barang dan bahan pokok gak efesien?

Saya tanya lagi menteri perhubungan kenapa ruas jalan baru jalur transportasi dan distribusi barang gak dibangun?

Saya tanya lagi menteri perindustrian kenapa produsen barang masih ngeluh biaya produksi tinggi?

Saya akan tanya pula meneg BUMN kenapa PLN masih tinggi konsumsi bbm-nya?

Saya akan tanya menteri ESDM knp produksi minyak nasional turun terus? Sementara potensi masih besar.

Saya akan tanya Pertamina mampu gak seperti Petronas yg dulu malah belajar dari kita?

Saya akan tanya Polri dan TNI mampu gak para penyelundup bbm ditindak dan dihentikan?

Saya akan tanya Menko Ekuin mampu gak buat roadmap diversifikasi energi yg jelas dan konsisten?

Saya akan bilang ke para menteri: gara2 kalian gak jelas kalian paksa saya naikin harga bbm subsidi!

Saya panggil Menkeu yg baru itu dan tanya mampu gak #APBN posturnya 70% belanja modal dan 30% belanja rutin?

Saya tanya pula meneg-PAN kenapa kok biaya birokrasi tinggi sekali. Jangan pajak rakyat buat biayai penguasa saja!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 1- Selama 60% lebih rakyat kita msh miskin, kebijakan subsidi BBM ttp saya jalankan!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 2- Maka kalian jgn berpikir malas dan culas tuk paksa saya kurangi subsidi bbm!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 3- Ubah segera postur anggaran 70% tuk belanja modal agar rakyat rasakan manfaatnya!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 4- Saya rampingkan organisasi pemerintahan pusat & daerah agar efektif & efesien!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 5- Menko Ekuin sgr susun roadmap diversifikasi sumber energi & jalankan dgn serius!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 6- Bangun segera moda transportasi massal dan ruas jalan baru di kota2 besar!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 7- Pastikan biaya produksi barang efesien, jalur transportasi-distribusinya lancar!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 8- Tangkap dan hukum semua pelaku penyelundupan bbm termasuk pembekingnya!

Lalu di rapat kabinet saya tegaskan: 9- Ini penting kesembilan, kendalikan produksi dan pemakaian kendaraan pribadi!

Saya tutup rapat kabinet: Itu 9 perintah saya! Jelas, tegas & jalankan. Kalau ada yg gak sanggup silakan angkat tangan!

Terakhir saya pesankan: Saya tdk mau di akhir masa jabatan sbg presiden, rakyat malah ramai demo soal #bbm!!

Saat menteri mangguk2, saya tandaskan: Mosok 2 periode berkuasa saya dinilai gak bisa selesaikan perkara ini? Malu tauk!

Akhirnya: "Sudah. Rapat bubar! Capek sudah saya rapat terus tapi kalian gak becus jalanin tugas! Saya mau pulang dulu."


*https://twitter.com/MahfudzSiddiq
http://www.pkspiyungan.org/2013/06/sby-mau-husnul-khotimah-di-akhir.html
4.5
Follow us: @budikamila on Twitter | budi kamila on Facebook

Miris....#paripurnaDPR....

Bahagia Bersama PKS


Gak penting-penting amat, sebenarnya. Tapi saya ingin menyampaikannya. Nah, mari mulai.
Saya PKS. Suami saya pun juga. Anak-anak saya sering ikut aksi damai, mulai dari peringatan hari Ibu, aksi damai Palestine, dan lain-lain. Anak-anak saya juga sering ikut kajian bersama-sama. Bertemu dengan anak-anak kecil lain. Mereka bermain, kami orang tuanya menimba ilmu. Ada satu dua tiga empat bapak/ibu atau para akhwat yang menjaga anak-anak. Sukarela saja. Saling membantu dan meringankan. Ada yang menangis, maka sebagian akan membantu menenangkan. Terjadi begitu saja. Mengalir dengan indah.
Saya PKS. Suami saya juga. Sejak kapan? Sejak sebelum PKS lahir. Karena PKS cuma nama, cuma bentuk.  Inti gerakannya sama: berbenah diri, mengembangkan kapasitas pribadi dan keluarga. Lalu sama-sama bergerak di masyarakat. Melakukan yang kami bisa. Membenahi yang kami mampu. Tentu tetap sambil membenahi diri. Karena kami kumpulan manusia. Yang bisa bersemangat suatu waktu, dan loyo diwaktu lain. Kami bisa merasa sempit di satu kesempatan, dan sangat lapang di  kesempatan lain. Saat loyo, maka ada teman-teman yang menyemangati. Tidak selalu lewat nasehat verbal. Sering kali nasehat yang didapat justru nasehat lain: ada contoh kesabaran dari satu orang. Contoh kesedrhanaan dari orang lain. Contoh kekokohan hati dari lain lagi.  Mengalir begitu saja. Dengan indah, tentunya.
Saya PKS.  Suami saya juga. Dapat apa? Harta? Oh, tidak. Kami masing-masing bekerja. Dan memang itulah yang diajarkan. Kami harus bekerja, berbuat. Lakukan yang maslahat. Agar banyak memberi manfaat. Kerja itu ibadah. Bermain bersama anak-anak itu ibadah. Membahagiakan orang tua itu ibadah. Bercengkrama bersama suami itu ibadah. Menuntut ilmu itu ibadah. Membuang sampah pada tempatnya itu ibadah. Meringankan  kesulitan orang lain itu ibadah. Bersikap ramah itu ibadah. Berkata-kata baik itu ibadah. Tersenyum itu ibadah. Mengalir begitu saja, dengan indah.
Saya PKS. Asli, kader tulen. Ketika saya mengadu karena sakit hati, maka  saya didorong untuk memaafkan. Ketika menceritakan keburukan kata-kata orang lain, maka saya diminta untuk berlapang dada dan mendoakan. Satu dua tiga empat (bahkan berkali-kali)  kesalahan saya buat. Dan selalu (alhamdulillah) ada tangan-tangan yang menjawil. Ada yang bergerak mengingatkan. Membuat kesadaran muncul, dan kembali lagi. Begitu terus. Ada kesepakatan tak tertulis antar kader: bahwa nasehat menasehati harus menjadi kebiasaan, karena dakwahlah panglima kami. Mengalir begitu saja, dengan indah.
Saya PKS, asli. Tulen. Tidak selalu hubungan antar kader mulus dan tenang. Karena kami kumpulan manusia, dengan emosi yang normal ala manusia. Tak satupun dari kami mengaku atau merasa malaikat. Konflik itu selalu muncul, dimana saja, kapan saja. Irama penyelesaiannya nyaris sama: jika sangat gawat, maka musyawarah harus dikedepankan. Jika ringan, maka melapangkan dada adalah satu-satunya pilihan. Tidak meributkan konflik, kami memilih bergerak memikirkan kerja. Proyek kebaikan apakah  yang harus dikerjakan sekarang? Jika sudah, proyek apa yang berikutnya? Begitu terus. Kami dibiasakan bekerja. Bicara banyak saat meeting, untuk merencanakan kerja. Melokalisir konflik hanya pada telinga-telinga yang layak dan boleh mendengar. Karena sungguh sebagian besar masalah manusia adalah bermula dari tidak terkendalinya lisan. Lisan yang dibebani dengan prasangka lebih gawat lagi. Tajam mengiris-iris. Bukan mengiris korbannya,  tapi mengiris  pelakunya. Bukankah berita  buruk tapi tidak benar akan kembali pada si pelaku?
Saya PKS, dan suami saya juga. Kami terbiasa dengan hawa ta’awun, atau tolong menolong. Ada yang sakit dan dirawat di rumah sakit, maka bantuan akan mudah mengalir. Ada yang hendak menikah dan tergolong tidak mampu, maka bantuan juga mengalir. Sudah sangat biasa kami dikabari kecamatan A banjir, dan butuh nasi bungkus untuk malam ini juga, sekian bungkus. Nasi-nasi bungkus itu akan muncul dengan jumlah seperti yang diharapkan. Bahkan lebih. Disertai dengan bantuan-bantuan lain. Kayakah semua kadernya? Tentu tidak. Tapi kami terbiasa mendahulukan kesempatan berbuat baik.
Saya PKS, dan suami saya juga. Ada yang terang-terangan mengatakan bahwa saya terlalu loyal pada PKS. Menuruti segalanya tanpa reserve. Saya terlalu taklid. Dia yang mengatakan itu tentu tidak tahu bagaimana dinamika saya di dalamnya. Tidak mengikuti betul bagaimana konflik-konflik terjadi, dan bagaimana mengatasinya. Yang dilihat hanyalah pilihan kami bertahan di dalamnya. Pilihan yang dilakukan dengan rela dan gembira.
Saya PKS, dan suami saya juga. Ada yang mengatakan saya jumud. Stagnan. Penilaian yang tidak saya temukan kebenarannya. Di PKS justru saya bisa berkembang. Saya bisa  berbagi dan berdiskusi dengan ibu-ibu pengusaha dan birokrat dalam kajian rutin mingguan. Selain itu, saya juga bisa masuk di kalangan ibu-ibu ekonomi lemah lewat program bantuan usaha. Saya juga mengembangkan diri di sekolah dasar islam terpadu, sebagai guru atau  wakil kepala sekolah.  Dari PKS lah saya mendapatkan semangat membuat lembaga pendidikan usia dini di rumah dan mengelolanya bersama empat belas guru yang tulus. PKS juga mengajarkan saya untuk melakukan yang terbaik di institusi pendidikan dimana saya ditugaskan sebagai guru bahasa inggris. Semua dilakukan dengan indah.
Saya PKS, dan suami saya juga. Maka ketika tudingan-tudingan miring terjadi, sempat kami tertegun. Bukan menyesali pilihan untuk bertahan di PKS. Tapi heran dan takjub dengan komentar, tulisan yang muncul dari orang-orang yang merasa sangat tahu lika-liku PKS.  Setelahnya, kami tak peduli. Ada prioritas lain yang harus kami kejar: proyek kebaikan yang belum selesai. Yang sedang dan akan dikerjakan. Itu jauh lebih penting. Karena kami yakin, yang bisa membuktikan hanyalah kerja.
Maka  apapun yang disampaikan itu, adalah nasehat. Tak peduli yang menyampaikan dilandasi dengki, benci, kasih sayang, atau eman-eman. Tidak penting. Kami tetap akan bekerja, melakukan yang kami bisa. Membenahi yang perlu. Menggandeng yang mau bergerak bersama.
Saya PKS, dan suami saya juga. Dan kami bahagia. Anda tertarik?

Makna Sebuah Pernikahan


Menikah adalah saat di mana gerbang kesucian mulai dibentangkan
Menikah adalah saat di mana ketidaksempurnaan bukan lagi masalah yang mesti diperdebatkan
Menikah adalah saat di mana nyuci nyemir masang bohlam nyambung kabel nyiram kembang nguras bak mandi masak nasi nyetrika ngecat pagar belanja kentang ngganti popok tak lagi bibi kerjakan
Menikah adalah saat di mana akar dirajut dari benang-benang pemikiran
Menikah adalah saat di mana syara direngkuh sebagai tolok ukur perbuatan
Menikah adalah saat di mana ketulusan diikatkan sebagai senyum kasih sayang
Menikah adalah saat di mana kesendirian dicampakkan sebagai sebuah kebersamaan
Menikah adalah saat di mana kegelisahan beralih pada ketenangan
Menikah adalah saat di mana kehinaan beralih pada kemuliaan
Menikah adalah saat di mana peluh bergulir lanjutkan perjuangan
Menikah adalah saat di mana kesetiaan adalah harga mati yang tak bisa dilelang
Menikah adalah saat di mana bunga-bunga bersemi pada taman-taman
Menikah adalah saat di mana kemarau basah oleh sapaan air hujan
Menikah adalah saat di mana hati yang membatu lapuk oleh kasih sayang
Menikah adalah sebuah pilihan antara jalan Tuhan dan jalan setan
Menikah adalah sebuah pertimbangan antara hidayah dan kesesatan
Menikah adalah saat di mana suka dan duka saling datang
 Menikah adalah saat di mana tawa dan air mata saling berdendang
Menikah adalah saat di mana ikan dan karang bersatu dalam lautan
Menikah adalah saat di mana dua hati menyatu dalam ketauhidan
Menikah adalah saat di mana syahwat tidak lagi bertebaran di jalan-jalan
Menikah adalah saat di mana ketakwaan menjadi teluk perhentian
Menikah adalah saat di mana kehangatan menyatu dalam pekatnya malam
Menikah adalah saat di mana cinta pada Allah dan rasul-Nya dititipkan
 Menikah adalah saat di mana dua hati berganti peran pada kedewasaan
Menikah adalah saat di mana dua jasad menambah kekuatan dakwah peradaban
Menikah adalah saat di mana kecantikan adalah sebuah ujian
Menikah adalah saat di mana kecerewetan diperindah oleh aksesori kesabaran
Menikah adalah saat di mana bunga-bunga mulai menyemi pada alang
Menikah adalah saat di mana bidadari-bidadari dunia turun di telaga-telaga kesejukan
Menikah adalah saat di mana jundi-jundi kecil adalah cericit burung pada dahan-dahan
Menikah adalah saat di mana pemahaman-pemahaman mulai disemikan
Menikah adalah saat di mana amal-amal mulai ditumbuhkan
Menikah adalah saat di mana keadilan mulai ditegakkan
Menikah adalah saat dimana optimistis adalah leksem baru dari sebuah kefuturan Adalah saat di mana kecemburuan adalah rona pelangi pada awan
Menikah adalah saat di mana kesendirian menutup epik kehidupan Adalah saat di mana syahadat menjadi saksi utama penerimaan
Menikah adalah saat di mana aktivitas dibangun atas dasar ketaatan
Menikah adalah saat di mana perbedaan ciptakan kemesraan
Menikah adalah saat di mana istana tahajud dibangun pada pucuk-pucuk malam
Menikah adalah saat di mana belaian bak kumbang yang teteskan madu-madu kehidupan
Menikah adalah saat di mana kecupan bak mentari yang segarkan dedaunan dari kemarau panjang
Menikah adalah saat di mana goresan bayang-bayang yang kulukis pada mimpi-mimpi malam berubah menjadi kenyataan
Sumber: Artikel Sahabat

Ingatlah kematian

KALA bocah, saya suka berdebat bab kiamat. Saya ngotot lolos dari maut,
ngumpet tak bisa ditemukan siapa pun, termasuk Tuhan. Kendati teman sebaya
mengatakan, jika langit runtuh dan bumi dijungkirbalikkan, kita tak bisa
lolos dari maut, saya tak peduli. Pokoknya, aku tak mau mati! Titik!

Engkel-engkelan itu pun tak habis. Maklum, bocah di bawah 10 tahun.
Pemahaman soal kiamat baru jelas setelah akil balig. Bahwa kematian itu
kiamat, barang siapa mati berarti kiamatnya telah tiba. Amal baik dan buruk
ditimbang untuk dicemplungkan ke neraka atau surga.

Toh, perilaku saya untuk berdusta atau bohong --kecil-kecilan, sih-- tetap
terpelihara. Perut masih menelan barang haram. Otak pun masih suka ngeres.
Ibadah nomor sekian, cari kenikmatan nomor satu. ''Kematian itu masih
jauh,'' itu pikiran saya.

Orang dewasa pun bila diingatkan kematiannya ada yang melengos atau
melupakannya. Saat ke kubur, umpamanya, mereka mengira selamanya hanya akan
menyaksikan penguburan orang lain, dan tak pernah terpikir bahwa suatu
ketika mereka sendiri diusung dalam keranda.

Sikap lalai itu mungkin akibat kurangnya perenungan pada maut. Tampaknya,
tanda-tanda keuzuran berupa rambut putih, mata rabun, dan kulit keriput
belum menyentuh. Juga iklan-iklan kematian di koran cuma sebagai obat
''puas'': ''Ah, umur saya sudah dilebihkan ketimbang mereka.''

Sebenarnya, menguak misteri kematian bukan cermin selera rendah, melainkan
merupakan prestasi keagamaan. Sejak 2.000 tahun sebelum Masehi, melewati
masa Dante, Donne hingga Milton, perenungan yang terus-menerus atas kefanaan
manusia dan kemungkinan bertahan hidup telah menghadirkan tema kesusastraan
yang tak kunjung habis, dan indah.

Mengingat kematian itulah yang, Kamis malam pekan lalu, jadi tema pengajian
di Bintaro, Tangerang, Banten. Waktu itu, tuan rumah yang kiai mengisahkan
sebuah pemakaman yang diikutinya di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, April
silam. Deretan mobil pelayat menandakan bahwa almarhum bukan rakyat kecil.

Saat jenazah diturunkan ke liang lahat, kakinya nyantol tak bisa masuk. Mata
orang pun terpana. Terpaksa, tanah kubur digali lebih panjang. ''Kocrok!
Kocrok!'' Mayat kembali diturunkan. Lho, kok, masih nyantol. Digali lagi.
Hasilnya sama saja. Para pelayat mulai bisik-bisik tentang almarhum.

Penggali kubur judek. ''Pak, ukuran jenazah 165 sentimeter. Kubur yang kami
gali panjangnya 260 sentimeter, kok tidak masuk. Liang lahat tak mungkin
digali lagi, karena sudah mentok dengan nisan sebelah,'' ujar penggali
kubur. Masya Allah!

Pihak keluarga lantas meminta kiai itu mendoakan almarhum. Dia pura-pura
mbudek, karena hati kecilnya menolak. Ia ingat firman Allah bahwa bumi-Nya
tak akan menerima jenazah orang-orang yang tak diridhai. ''Bapak diminta
untuk ke depan,'' kata seseorang mencolek sang kiai.

Apa boleh buat, dia pun berdoa. Di tangannya tergenggam segelas air putih.
Benar saja. Begitu air usai didoai, lalu disiramkan, dan jenazah diturunkan,
kaki almarhum tetap mengganjal pada ujung tanah kubur. Tidak bisa masuk!

Tak ada jalan lain kecuali dipatahkan. ''Mohon jangan dilakukan dulu, saya
mau menjauh,'' ujar kiai itu. Ternyata, walau sudah menjauh, kala kaki itu
dipatahkan, suaranya cukup menyentakkan. Prak! Semua orang terdiam, larut
dalam pikiran masing-masing.

Begitu prosesi dilanjutkan --antara lain diazani dan diqamati-- deretan
mobil pengiring sudah lenyap. Pelayat telah sepi. ''Yang tersisa hanya lima
mobil dan pihak keluarga,'' kata kiai itu. Perjalanan hidup manusia hingga
ke liang kubur tersebut tak urung membuatnya berkaca-kaca.

''Sesungguhnya kuburan adalah tahap pertama akhirat. Jika penghuninya
selamat darinya, maka yang datang sesudahnya akan lebih mudah, tapi jika dia
tidak selamat darinya, maka yang datang sesudahnya akan lebih sukar,''
begitu Rasulullah SAW pernah bersabda.

Artinya, memahami kematian bisa jadi cermin hidup dan mempertebal iman.
Pernah, setahun lalu, seseorang yang menghadiri pemakaman keluarga di
Wonogiri, Jawa Tengah, juga mengisahkan ketrenyuhan serupa. Makam itu berada
di atas bukit. Saat liang kubur baru digali semeter lebih sedikit, air
mengucur deras dari sebuah sumber.

Ini mengherankan, tak masuk akal! Penggali kubur geleng-geleng kepala. Air
dikuras, tapi tak juga habis. Lalu diuruk pasir. Hasilnya nihil. Apa boleh
buat, terpaksa jenazah dimasukkan ke liang lahat dalam kondisi berair.
Mayatnya mengapung kayak gedebok pisang. Para pelayat menundukkan kepala,
kasihan.

Adakah ini bagian dari ketidakridhaan-Mu, ya, Allah? Engkau tidak mengendaki
bumi-Mu dimasuki orang-orang yang zalim, yang suka menyakiti orang, yang
suka menilap bukan haknya? Wallahualam. Yang pasti, fenomena kubur tak sudi
menerima jenazah seringkali hanya menyadarkan kita sesaat.

''Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau
kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan
banyak menangis,'' sabda Nabi SAW. Memang, kita tak menutup mata bahwa
kematian --bagi sebagian orang-- adalah kebahagiaan, dan hidup adalah upaya
memperoleh tambahan nilai kebaikan. Namun, acap pula kematian itu membisukan
jawaban.

Annisa anakku,

Saat Abi menulis surat ini, Abi tak tahu apakah kelak kamu akan membacanya atau tidak. Sengaja Abi tuliskan hal ini karena Abi yakin bahwa diantara manusia yang banyak ada orang2 yang akan dapat mengambil pelajaran dari kita. Walaupun pilihan Allah terhadap kita sudah jelas, tetap saja Abi berharap semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan takabur.

Ketika Abi memutuskan untuk membantu kerja nabi kita, Abi menyadari bahwa cepat atau lambat kamu akan mendapatkan bahwa Abi tidak cukup punya waktu untuk membantumu belajar, bermain atau bersenda gurau sebagaimana yang dulu pernah
kita lakukan. Selepas itu barangkali orang yang tidak tahu akan menyangka bahwa Abi adalah orang yang tidak peduli lagi dengan keluarganya sendiri.

Dalam keadaan seperti ini, Abi tetap merasa bahwa kamu tahu betapa Abi sayang padamu. Ketika Abi mengurusmu, Abi tidak tahu apakah Abi termasuk orang tua yang tegar atau tidak. Saat kamu demam, Abi takut Allah segera memanggilmu pulang ke haribaan-Nya. Selepas berdoa untuk kesembuhanmu, Abi justru merasa malu karena tak kuasa membendung air mata yang gugur.

Pada banyak hari yang telah lalu kamu dapati bahwa Abi belum pulang saat kantuk mengusaimu. Dan ketika kamu bangun, kita pun hanya punya sedikit masa untuk buat
persiapan, yakni saat Abi pergi kerja dan kamu pergi ke sekolah. Kalau saja bukan karena Ummi yang sering mendesak Abi dengan 'ancamannya' barangkali Abi tidak punya waktu meskipun satu malam untuk berbual denganmu.

Maafkan Abi bila sampai saat ini Abi tidak memberimu waktu lapang sebagaimana kebanyakan anak sebayamu mendapatkannya. Bila Abi tidak sedang keluar di tempat lain atau di negeri lain, kamu dapati Abi sibuk dengan urusan dakwah di kampong kita atau sekitarnya. Meskipun demikian Ummi biasanya tahu kemana Abi pergi.

Barangkali kamu menyangka bahwa Abi terlalu keras dalam mendidikmu lewat Ummi. Sebagaimana saudara2-mu yang lain, kamu harus cukup merasa puas dengan cerita kawan2-mu di sekolah tentang tayangan televisi kegemaran anak2 sebayamu. Kamu juga belajar merasa puas dengan sedikitnya bekal ketika sekolah. Akan tetapi barangkali inilah yang terbaik yang dapat Abi berikan untuk menjadikanmu tegar dan mandiri pada satu hari nanti dengan ijin Allah.

Abi yakin bahwa Allah selalu menepati janji-Nya. Dia terlalu agung untuk mengingkari janji2-Nya sendiri. Dia robb kita yang maha pemelihara, maha kaya lagi maha memberi. Dan bila Abi memutuskan bahwa dakwah adalah kerja utama kita, itupun karena Abi yakin dengan ketetapan-Nya yang sempurna. Dan bila abi tetap bekerja sebagai buruh, itupun karena Abi yakin bahwa dengan cara inilah dakwah boleh diusahakan mengikuti kemampuan kita. Allah 'menghantar' kita ke tempat kita tinggal saat ini sebagaimana Dia mengutus nabi dan rasul-Nya kepada kaumnya.

Barangkali kamu memendam banyak cerita tentang kesulitan yang timbul di dalam keluarga kita akibat kerja ini. Barangkali juga kamu merekam banyak kejadian yang
menyedihkanmu karena bertambahnya kesibukan yang berhubungan dengan dakwah. Namun demikian, hendaknya kamu selalu ingat bahwa Allah swt selalu memberikan kesusahan kepada orang2 yang dicintai-Nya. Dengannya Allah swt menurunkan sifat2 yang bila seseorang memilikinya maka dapat dipastikan bahwa Allah bersamanya. Bukankah Allah bersama orang yang sabar, Allah bersama orang yang takwa, Allah bersama orang yang ikhlas? Sifat2 seperti inilah yang Dia hendak turunkan kepada kita dan para da'i-Nya di seluruh alam.

Pagi ini, setelah pulang dari mengantarkanmu ke madrasah hafidzah selama 7 hari di tempat yang jauh, Abi berkesempatan meneleponmu. Sungguh, dari suaramu Abi tidak
lagi khawatir akan kebaikanmu. Kamu tertawa bersama kawan2-mu yang ikut 'nimbrung' di telepon. Kamu telah mendapatkan tempat yang cocok untuk masa depanmu. Semua ini adalah karunia dari Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.

Annisa, jaga dirimu baik2 nak. Abi tidak melupakan kerja besar yang telah kamu buat beberapa tahun yang lalu atas Son Lie, kawan sebayamu, justru pada saat Abi tidak
bersamamu. Abi tidak tahu hikmah yang bagaimana yang telah Allah berikan kepadamu sehingga dalam beberapa bulan saja Son Lie beserta mamah-papahnya (yang datang dari Beijing) dapat memeluk Islam di tanganmu. Kamu belum lagi akil baligh, namun Allah telah memberimu satu cahaya yang dapat menerangi orang yang ada dalam kegelapan. Abi bersyukur kepada Allah atas karunia ini. Abi bangga memilikimu, nak.

Maka bila kamu susah, janganlah kamu mengadukannya kepada siapapun sebelum kamu datang kepada Allah. Bila kamu sakit, janganlah kamu berobat sebelum kamu Menanyakan' sakitmukepada robb-mu. Bila kamu dalam kekurangan, perbaikilah
amal2-mu, dengan demikian Allah akan mencukupkanmu bahkan melebihkanmu dengan apa saja yang disukai-Nya bagimu.

Selalulah berdoa agar Allah melimpahkan kekuatan dan bantuan-Nya bagi Abi dalam menolong agama-Nya. Insya Allah Abi terus belajar dalam mengikuti contoh teladan kita, nabi Muhammad saw. Doakan juga kebaikan bagi Ummi. Semoga Allah mencatatmu sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuamu hingga Dia sendiri ridho kepadamu dan ridho kepada Abi dan Ummi, orangtuamu. Subhanallah.

Tetesan Air Mata

Pernah menangis? Pasti pernah ya, paling tidak sekali
> seumur hidup kita pasti menangis, yaitu saat
> dilahirkan. Saat itu uraian tetesan air di sudut mata
> menjadi kebahagiaan orang-orang yang mengasihi kita.
> Lalu, apakah air mata itu identik dengan kelemahan,
> bahkan kecengengan? Mungkin iya, tapi mungkin juga
> tidak. Air mata bisa juga menjadi berharga atau malah
> tidak berharga lho.
>
> Seseorang lelaki yang sesenggukan karena kekasihnya
> telah pergi meninggalkan dirinya, bisa jadi air mata
> saat itu tidak berharga sama sekali. Demikian juga
> uraian air mata seorang wanita yang 'mengorbankan
> harga dirinya' kepada Arjuna, Sang Pemetik Cinta,
> justru pada saat cinta mereka sebenarnya belum diikat
> dengan ikatan suci, maka saat itu air mata hanyalah
> kesia-siaan.
>
> Namun air mata juga bisa menjadi sangat berharga,
> bahkan sangat berharga. Di dunia, sebagai contoh, air
> mata bisa menjadi tema tulisan yang laku dijual dan
> menjadi tema yang tak pernah henti-hentinya mengalir
> ke benak banyak penulis.
>
> Pernah tahu buku-buku yang pernah laris di Jepang? Di
> antara buku-buku terlaris itu adalah "Gotan
> Fumanzoku", karya autobiografis Hirotada Ototake,
> seorang pria yang lahir tanpa kaki dan tangan namun
> tetap bersemangat dalam hidupnya, menamatkan studinya
> di Universitas Waseda dan pernah menjadi presenter
> berita olahraga di televisi.
>
> Ada pula buku yang lain, yaitu "Dakara Anata mo
> Ikinuite", sebuah autobiografi Mitsuyo Ohira, seorang
> wanita yang menjadi sasaran olok-olok ketika duduk di
> sekolah menengah. Ohira san pernah mencoba bunuh diri
> ketika remaja, menikah dengan seorang gangster pada
> usia enam belas tahun, bercerai, namun kemudian
> berhasil bangkit dari masa lalunya dan kini menjadi
> pengacara. Kisah-kisah haru seperti ini dan menguras
> air mata juga banyak diminati masyarakat pembaca di
> Jepang.
>
> Air mata memang ibarat hujan yang jatuh dari langit
> pada lahan hati yang tandus, gersang dan kering
> kerontang. Ia bisa melunakkan hati dan jiwa yang keras
> membatu, perlahan lunak dan menjadi peka terhadap
> lingkungan sosial.
>
> Dalam Islam, air mata sangat berharga nilainya saat
> penyesalan, kerinduan pada manusia-manusia yang
> tawadhu'. Menyiram kegersangan taman hati dan jiwa,
> serta qalbu yang gersang dengan berbagai nista hingga
> perlahan pupus, bagaikan debu-debu yang hanyut terbawa
> arus oleh butiran-butiran do'a yang dimunajatkan
> kepada-Nya.
>
> Mahal... sungguh sangat mahal harganya tetesan air
> mata yang mengalir saat khusuk menghadap-Nya, bahkan
> salah satu dari dua tetesan yang disukai Rasulullah
> SAW adalah air mata yang mengalir karena rasa takut
> dan rindu kepada Allah SWT. Beliau, kekasih Allah,
> merengguk, menumpahkan air mata karena penuh harap
> untuk berjumpa dengan-Nya. Abu Bakar ash-Shidiq r.a.
> pun senantiasa sesegukan ketika menegakkan sholat.
>
> Seorang mujahid serta sekaligus mujaddid yang pernah
> hidup di dunia ini, Hasan al Banna juga pernah
> menguraikan air matanya karena memikirkan ummat ini.
> Betapa sang mujahid menginginkan agar ummat mengetahui
> bahwa mereka lebih dicintai daripada dirinya sendiri,
> sesaat pun kami tidak akan pernah menjadi musuh
> kalian. Betapa bangganya beliau ketika jiwa-jiwa ini
> gugur sebagai penebus kehormatan mereka, atau menjadi
> harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan
> terwujudnya cita-cita Islam. Rasa cinta yang
> mengharu-biru hati, menguasai perasaan bahkan mencabut
> rasa ngantuk di pelupuk mata hingga membuat beliau
> memeras air matanya. Air mata yang mengalir karena
> menyaksikan bencana yang mencabik-cabik ummat ini,
> sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan
> serta pasrah pada keputusasaan.
>
> Lalu, bagaimanakah dengan kita? Takkala kita lahir
> menangis, namun orang-orang di sekeliling kita tertawa
> bahagia karena menyambut kelahiran kita. Namun
> orang-orang yang kita tinggalkan menangis pilu saat
> kita tutup usia, saat itu apakah kita juga turut
> menangis ataukah tertawa bahagia karena akan berjumpa
> dengan Allah SWT? Adakah amal kita lebih banyak dari
> dosa yang kita lakukan selama hidup di dunia yang
> singkat ini? Adakah prestasi kita hanya lahir, hidup,
> mati, kemudian dilupakan orang, bahkan oleh
> orang-orang terdekat kita? Lalu setelah itu pasrah,
> rebah di bantalan tanah, cemas menanti pengadilan
> akhir yang pasti tiba.
>
> Ya akhi wa ukhti fillah,
> Semoga Allah SWT menjadikan air mata yang jatuh di
> sudut-sudut mata kita adalah air mata yang berharga
> dipandangan-Nya, hingga dapat membersihkan hati yang
> pekat ini untuk mudah disusupi cahaya Ilahi Rabbi.
> Semoga air mata ini kelak tidak menjadi tetesan darah
> karena letihnya kita berteriak dan mengetuk pintu
> surga yang telah tertutup rapat setelah pengadilan itu
> nanti.
>
> Sungguh, tetesan air mata di dunia ini adalah lebih
> baik bagi kita ketimbang menangis di akhirat nanti,
> menangislah sebelum datang hari dimana kita semua akan
> ditangisi, karena itu pasti terjadi.

>
> Ya Allah, yang manusia harus takuti  Angkatlah kami
> dari lembah maksiat
> Sampai kami keluar dari dunia  Tak bawa beban walau
> sebesar zarah [Air Mata: from Izzatul Islam]

>
> Wallahu alam bi showab,
>
> *IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
> Al-Hubb Fillah wa Lillah,
>
> Abu Aufa

Etika Tidur dan Bangun


1. Berintrospkesi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah dan jika sebaliknya maka hendaknya segera mohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya.
2. Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan shalat (Muttafaq `alaih).
3. Disunnatkan berwudlu` sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al Bara` bin `Azib menuturkan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu`lah sebagaimana wudlu` untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan ... Dan tidak mengapa berbalik ke sebelah kiri nantinya.
4. Disunnatkan pula mengibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya... Dia dalam satu riwayat dikatakan: tiga kali (Muttafaq `alaih).
5. Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar menuturkan: `Nabi shallallahu `alaihi wa sallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda: `Wahai Junaidah (panggilan abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka` (H.R Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al Albani).
6. Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin syaiban disebutkan bahwasanya Nabi shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda: `Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya` (HR Al Bukhari di dalam al Adab al Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al Albani).
7. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda, `Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman` (Muttafaq `alaih).
8. Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al Baqarah,Surah Al Ikhlas dan al Mu`awwidzatain (al Falaq dan An Naas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.
9. Membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, seperti:
`Allahumma qinii `adzabaka yauma tab`atsu `ibaadaka`
`Ya Allah, peliharalah aku dari adzabMu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hambaMu`. Dibaca tiga kali (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)
Dan membaca:
`Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa`
`Dengan menyebut namaMu ya Allah, aku mati dan aku hidup` (HR. Al Bukhari)
10. Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini:
`A`uudzu bikalimaatillahit taammati min ghadlabihi wa syarri `ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdluruun`
Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murkaNya, kejahatan hamba-hambaNya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)
11. Hendaknya apabila bangun tidur membaca:
`Alhamdu lillahilladzi ahyaanaa b`da maa amaatanaa wa ilaihinnisyuur`
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikanNya dan kepadaNya lah kami dikembalikan (HR. Al Bukhari)


Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Kasih Tak Sampai, Mencinta dan Dicampakkan

Namaku Anis. Kira-kira 3 tahun lalu aku kenal ama seorang cowok, namanya wendra. Tapi sayang, setelah pertemuan itu kita nggak ketemu lagi padahal telah tumbuh benih cinta diantara kita. Aku hanya bisa berdoa semoga suatu saat nanti kita dipertemukan.
Ternyata 2 tahun setelah pertemuan itu aku nggak nyangka bisa ketemu lagi dan menjadi sahabat. Sejak saat itu buih2 cinta didalam hatiku makin kuat,namun aku nggak sanggup untuk ngungkapin semua itu.
Dan tiba-tiba saja aku mendengar dia sudah punya cewek lagi. Aku sedih. Mungkin perjuanganku berakhir disini.tapi persahabatan kami masih abadi. Namun tanpa diketahui dia juga punya hati sama aku, dan dia juga nggak sanggup ngungkapin ke aku.

Aku hanya sanggup berdoa, semoga suatu saat nanti aku bisa dapetin dia. Ternyata bener kita jadian.Banyak memori diantara kita yang tak bisa aku lupain. Aku rela dimaki-maki oleh keluargaku demi dia. Demi dia aku rela ngorbanin semua, tapi apa yang terjadi 2 bulan setelah itu….. Dia nggak pernah nemuin aku lagi. Ternyata dia nggak sebaik yang aku kira. Ternyata dia nggak perhatian ma aku. Ternyata dia orangnya egois, tapi aku bisa maklumin dia. Aku nggak tau aku bisa terima dia apa adanya, walaupun menyakitkan. Apalagi dia pernah cerita kalau dia udah pernah ML ama cewek lain.

Betapa hancur hatiku mendengar ceritanya, tapi entah kenapa aku masih tetep aja sayang ama dia? Apakah ini yang dinamakan cinta sejati? udah banyak saran dari temenku yang suruh ninggalin dia, tapi aku tetep aja nggak peduli.yang penting dia setia ama aku.

Namun hari demi hari aku lewati ternyata dia nggak pernah nemuin aku lagi. Ternyata dia udah cuekin aku, aku binggung apa aku pernah nyakitin dia. Aku udah coba hubungin dia lewat telfon namun hanya sia2. Akhirrnya karena aku dah kalut banget aku beranikan diri datang kerumahnya ternyata hasilnya juga sia2, aku nggak bisa ketemu ama dia.keluarganya benci banget ma aku karena diantara kita banyak perbedaan.

Aku tau dia orang kaya, sementara aku hanya gadis biasa yang nggak punya apa-apa. Hanya cinta sejati yang aku miliki dalam hidupku. Habis itu aku pulang dengan kekecewaan.rasanya aku pingin bunuh diri aja.

Ketika aku pulang dari rumahnya, aku dah nekat bunuh dirri ditenggah jalan tapi semua niatku gagal. Aku bersukur masih ada temen-temenku yang memberikan dorongan ma aku.

Aku juga masih bingung, kenapa sampai saat itu aku nggak bisa benci dia. Aku tetep aja sayang ama dia cuman aku pingin banget kepastian dari dia,walaupun itu menyakitkan…..tapi sayang kita nggak bisa ngomong empat mata dia slalu menghindar dari aku. Sunggung aku nggak tau apa yang harus aku lakukan??

Aku iseng-iseng coba lagi telpon dia, ternyata dia mutusin aku tanpa alasan yang jelas. Walaupun itu menyakitkan aku harus nerima kenyataan pahit ini. Dia bilang kalo apa yang telah terjadi diantara kita...anggap aja angin lalu..Aku nggak terima karena aku seorang cewek yang punya perasaan. Selama ini aku nggak rela ngorbanin sesuatu buat seorang cowok.Tapi pacaran aku ama dia udah kayak suami-istri...Dia kayaknya menganggap smua itu adalah biasa...Kayaknya dia nggak punya salah apa-apa.

Aku nyesel tapi mungkin takdirku. Setelah itu aku udah nekad bener-bener pengen menghilang dari dia. Aku pingin bunuh diri lagi.tapi semua itu gagal lagi karena dihalangi ama temen2ku . Akhirnya sekarang aku udah menutup semua pintu hatiku, aku nggak mau lagi mudah percaya ama janji2 cowok.

Mulai saat ini yang ada dipikiranku aku nggak mau kuliahku gagal.namun aku juga nggak bisa munafik aku binggung tetep aja aku nggak bisa ngelupain dia. Hari demi hari aku jalanin denga penuh rasa kecewa ...........kecewa dan terus kecewaa dunia ini terasa hampa….

from gadis yang ada dalam kehampaan cinta.

Mampukan aku ya Rabb

Pagi ini, kembali aku terpekur dengan kesepianku
Kesepian? Barangkali aneh, karena aku memiliki seorang anak yang lucu, suami yang baik, adik-adik yang baik, seorang Ibu yang mencintaiku, tapi masih juga aku merasa kesepian…


Ah, barangkali aku terlalu rakus menikmati dunia ini

Hingga jarang ucap syukur keluar dari mulutku

Yang ada hanya keluh dan kesah tanpa melihat betapa kenikmatan itu telah banyak aku rengkuh



Ya Allah, izinkan aku memohon kepada-Mu ya Rabb

Ampunkan aku ya Kudus, setiap detikku selalu ada perbuatan makisat yang entah kusengaja atau tidak



Pagi bangun tidur aku melakukan aktivitas rutin

Bangun pagi (walau kadang-kadang malas), ngeloyor ke dapur dengan setengah sadar, kuambil cerek (tempat rebus air minum) dan kutuang air, kuputar tombol kompor gas, kusiapkan tiga cangkir bersih yang kutaruh the celup di dalamnya.



Sambil menunggu air mendidih aku mandi dan selesai mandi kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan pertamamku, menuang air ke cangkir dilanjutkan menuang air untuk mandi suamiku tercinta.



Mengambil handuk adalah tugas berikutnya yang aku lakukan dan membangunkan sang raja (saya suka memakai istilah ini karena saya begitu mencitai suami) dari peraduannya untuk segera membasuh sekujur tubuhnya, sementara suami ke kamar mandi, aku menyempatkan diri untuk menghadap Illahi, Rabb, Tuhan yang memiliki hidupku. Tidak lama, hanya sekitar 3 sampai 5 menit.



Ya, Allah….

Ampunkan hamba ya Rabbi, yang hanya menyisihkan sedikit waktuku untuk-Mu

Dari sejak mata ini terbuka saat bangun pagi

Sampai mata ini harus terpejam lagi untuk mengambil jatah istirahatku

Rasanya lebih banyak maksiat yang kulakukan dari pada mengingat Engkau ya Allah



Sambil bersiap berangkat kerja, televisi pun sudah mulai ditonton, apa yang ditonton? Lebih banyak hiburan-hiburan yang menonjolkan aurat, lebih banyak pandangan-pandangan indah yang mengarah ke jalan kemaksiatan, suguhan sarapan pagiku bukan suguhan yang menambah Iman dan Islam, tetapi jauh mengarah untuk meninggalkan akidah

Sungguh pintar para pelaku bisnis di bidang pertelevisian, mereka menjeratku dan keluarga bahkan keluarga-keluarga yang lain dengan santapan yang tidak disadari akan menjauhkan kita dari akidah, hal-hal yang menuntun kita untuk mengikuti kehendak setan.

Lagi-lagi dada yang terbuka, kepala perempuan gundul plontos, paha-paha yang sengaja dipamerkan, pantat yang sengaja ditonjolkan, Astagfirullah…. Ya Allah ampunkan mata ini yang dengan sengaja menikmati hal-hal yang bukan hak kami, mohon ampun ya Rabbi.



Ya Allah, gerakkan hati kami untuk mencari tontonan yang mengajarkan kebaikan kepada kami, yang meneguhkan hati dan iman kami, gerakkan hati kami ya Allah, ampuni mata kami yang dengan liar menikmati tontonan maksiat itu ya Rabbi



Tidak sadar, jam didinding telah menunjukkan pukul 06.00, saat dimana aku dan suamiku harus segera beranjak dari nikmatinya tontonan maksiat itu dan segera pergi ke tempat kerja, untuk menyambung hidup keluarga dan anakku tercinta. Setelah sebentar menggendong si buah hati dan menciumnya secara bergantian, aku dan suamikupun beranjak pergi, dengan mengucapkan Assalamu’alaikum dan da..da..buat si kecil.



Setelah beberapa meter dari rumah, Astagfiruulah…. Ya allah, aku lupa menyebut nama-Mu untuk mengawali hariku pun tidak terucapkan doa saat aku harus pergi! Ampunkan kealpaanku ya Rabbi, ampun keteledoranku ya Kudus, ampuni kami yang sombong dan terlalu mengejar dunia.



Setelah ingat aku baca doa sambil jalan bergegas, ya Allah…aku lupa lagi, tidak meniatkan kepergianku untuk beribadah kepada-Mu ya Allah… Hanya rutinitas, rutinitas dan rutinitas, lupa lagi lupa lagi, selalu dan selalu, ampunkan kami ya Allah, janganlah Engkau bosan menegur kami ya Kudus, ya Rahman ya Rahim..



Kuniatkan aku bekerja untuk mencari nafkah terlebih untuk beribadah kepada Allah sekedar membantu suami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan mencari karir atau popularitas diri. Setelah sampai di kantor, aku langsung menarik kursiku, kududuki dan ya Allah… aku lupa lagi!!!



Ya Allah…aku tidak mengucapkan syukur Alhamdulillah sementara Engkau telah mengantarku sampai dikantor dengan selamat, ampun lagi ya Rabb. Walau terlambat kusebut juga nama-Mu ya Allah, terlambat…dan selalu terlambat.



Rutinitas kerja membuat aku harus konsentrasi sampai sering melupakan-Mu ya Rabb. Bahkan dalam bekerja sering emosi meletup-letup hanya masalah sepele saja, tak pernah terpikir olehku secara sadar bahwa kerjaku sesungguhnya hanya pantas untuk mengharapkan keridhoan-Mu. Kadang, selain urusan kantor juga urusan rumah tangga yang sebenarnya tidak perlu aku sikapi dengan emosi tinggi, tapi karena kebodohanku secara tidak sadar aku sering menyelesaikan masalah rumah tanggaku dengan emosi dan amarah. Bahkan sering menyakiti hati suamiku yang seharusnya aku patuhi setelah aku mematuhi-Mu ya  Allah… maafkan aku suamiku, pembimbing hidup, ampunkan aku ya Rabb, selalu dan selalu tidak pernah menyadari bahwa hidupku hanya pantas mengharapkan ridho’-Mu karena segalanya adalah milik-Mu.



Tiba-tiba bunyi bel tanda istirahat siang sudah dimulai, tepat jam 12.00 security selalu  mengingatkan kami, tapi…..kenapa tak dengar suara adzan ya??? Ya Allah…aku lupa lagi, bukan bergegas menuju mushola untuk sejenak mengingat-Mu, tapi malah asyik masyuk dengan game di komputerku.

Bentar lagi ah…bisik hatiku…lagi seru nih….walau perut keroncongan tetap saja nekat main game. Tak sadar bel sudah bunyi lagi, belum sholat?? Belum makan? Sebentar lagi bos datang ngajak meeting? Ya Allah mana dulu nih?????



Daripada sholat dulu tapi perut lapar, sholat gak kusyuk, makan dulu ah…pikirku begitu. Selesai makan…aduh kenyang banget..ya Allah…aku lupa lagi tidak menyebut asma-Mu saat suap demi suap mulai masuk ke dalam mulutku, bahkan sampai akhir pun lupa tidak kuucap Alhamdulillah…ampun aku ya Allah…aku lupa lagi. Bergegas, akhirnya aku sholat juga, walau hanya sebentar dan tidak kusyuk karena sudah terbayang sederet problem yang akan dibahas di dalam forum meeting.



Masuk ruang meeting, ternyata sampai habis sholat ashar baru selesai, sholatku telat lagi ya Allah….sebentar lagi jam setengah enam, menjelang maghrib. Ah…aku harus bergegas pulang karena buah hatiku sudah menanti, pun tidak ingin dianggap tidak memperhatikan suami dan anak karena terlalu sering pulang telat.



Nekat kukejar bis yang melaju agak perlahan dan ups…lompat aku bisa juga nyangkut dipinggir pintu bis penuh sesak, berdiri…..tak apalah yang penting cepet sampai rumah walau keringat bercucuran.

Ya Allah…maghribku hilang…..di atas jalan tol di bis yang penuh sesak, ah siapa tahu masih dapat waktu walau hanya 5 menit menjelang isya’. Tapi…ternyata sudah lewat isya’ baru sampai rumah, permataku sudah tidur, bahkan pada saat aku coba mengganggu suamiku suka menegurku agar tidak diganggu, kasihan katanya. Apa boleh buat, aku urungkan niatku sesuai nasehat suamiku, walau hati ini teriris….aku sangat merindukan buah hatiku…….





Aku mandi, makan malam sama suami (itu kalau suamiku sabar menungguku), sebentar nonton TV kalau gak terlalu capek, masuk kamar langsung tidur. Ya Allah…aku sering lupa sholat isya…..tidur sampai pagi, sampai aku harus mengulangi lagi aktivitasku.



Sedikit waktuku untuk berbagi dengan permataku, sedikit waktuku berbagi dengan suami tercintaku bahkan lebih sedikit lagi waktuku untuk mengingat –Mu ya Allah….ampunkan aku…ampunkan aku…ampunkan aku ya Allah…………